KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Stigma Negatif Bagi Penderita HIV-Aids Harus Dirubah

Surabaya (KN) – Wakil Walikota Surabaya Bambang DH,  saat memimpin rapat koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Ruang Sidang Walikota, Kamis (13/12) mengatakan, Pemkot Surabaya harus merubah stigma negatif bagi penderita HIV-AIDS. Label tersebut sering menambah beban bagi para penderita HIV-AIDS.Bambang DH menyayangkan jika sampai sekarang masih ada masyarakat yang mengucilkan ODHA (sebutan bagi penyandang HIV-AIDS). Pasalnya, Bambang mengaku baru mendapat laporan adanya penolakan warga atas ODHA yang terjadi di wilayah Surabaya Selatan. “Itu stigma yang harus dihapuskan. Bahwa tidak benar penderita AIDS diperlakukan seperti itu,” sesal mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr Esty Martiana Rachmi menyatakan, stigma negatif ODHA itu didominasi oleh dua alasan, yakni bahwa penyakit HIV-AIDS sangat menular dan penderita memiliki moral yang jelek. Asumsi itu disangkal oleh Esty. Menurutnya penyakit TBC jauh lebih menular dibandingkan HIV-AIDS. “Penularan HIV-AIDS hanya bisa terjadi melalui hubungan badan, atau pertukaran cairan maupun darah,” paparnya.

Sementara anggapan tentang moral jelek tidak sepenuhnya benar. Dia mencontohkan kasus anak yang terlahir dengan virus mematikan itu, dimana virus tersebut ‘warisan’ dari orang tuanya. Si anak bukanlah seorang yang berdosa. Serta ibu rumah tangga tertular HIV-AIDS dari suaminya tanpa sepengetahuannya. “Pemahaman seutuhnya perlu diberikan kepada masyarakat agar mereka mempunyai persepsi yang jelas,” kata Esty.

Dalam pertemuan yang dihadiri unsur SKPD Pemkot, lembaga swadaya masyarakat, dan Ormas itu, Wakil Walikota juga menyinggung perkembangan virus HIV-AIDS di Surabaya. Kasus HIV pertama yang dilaporkan di Surabaya terjadi pada tahun 1996 dengan jumlah 5 orang. Dari tahun ke tahun, angkanya terus menanjak hingga per September 2012 dijumpai 3.357 laporan terkait HIV.

Peningkatan serupa juga terjadi untuk laporan AIDS. Tahun 1996 masih belum dijumpai aduan, namun pada 1997, satu orang terindikasi mengidap penyakit yang melumpuhkan sistem imun itu. Jumlahnya terus berlipat hingga sekarang tercatat 2.799 orang di Surabaya positif menyandang AIDS. (anto)

 

Foto : Wakil Walikota Surabaya Bambang DH,  saat memimpin rapat koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Ruang Sidang Walikota, Kamis (13/12)

Related posts

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Lantik 23 PPIH Embarkasi Surabaya

kornus

44 Pemuda Pesta Miras dan Vandalisme di Surabaya Dikirim ke Liponsos

kornus

Tenaga Non-ASN Pemkot Surabaya Kelas Jabatan 3 dan 4 Terima Gaji ke-13

kornus