KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Semakin Pesatnya Media Online, Pengusaha Percetakan Media Cetak Se-Asia Tenggara Gelar Konfrensi di Surabaya

Surabaya (KN) – Perkembangan media online yang semakin pesat membuat perkumpulan pengusaha percetakan media massa se Asia Tenggara berkumpul dan saling berbagi strategi untuk mempertahankan eksistensi dan kejayaan media cetak.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Shangri La Surabaya, Selasa (13/9), Konfrensi percetakan media massa se ASEAN yang diberi nama ASEAN News Paper Printers (ANPP) tersebut diselenggarakan di Hotel Shangri La Surabaya, dan dihadiri sekitar 259 perusahaan percetakan untuk media cetak dari seluruh negara di Asia Tenggara.

Konferensi ANPP yang digelar keempat kalinya ini, dibuka langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Dalam sambutannya, Risma mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Surabaya berharap peran serta media massa untuk dapat memberikan kontribusi berupa informasi dan pencerahan kepada masyarakat. “Kami berharap, media massa dapat menjadi pencerah dan penyambung lidah untuk masyarakat,” ujar Risma.

Sementara itu Direktur PT Temprina Jawa Pos Group Misbakhul Huda mengatakan, bahwa pihaknya mengaku optimis jika media cetak dapat bertahan ditengah gempuran arus media elektronik, khususnya media online yang kian pesat. “Kami yakin, bahwa media cetak masih dapat bertahan, karena masing – masing punya segmentasi pembaca yang berbeda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Misbakhul mengatakan, bahwa percetakan juga dapat berperan dalam menunjang kelangsungan hidup media cetak, diantaranya dengan meningkatkan kualitas cetakan. “Kita juga bisa berperan dengan cara meningkatkan kualitas hasil cetakan,” pungkasnya.

Konfrensi ASEAN News Paper Printers ini sendiri sudah digelar keempat kalinya, yakni di negara Thailand sebanyak dua kali, serta Indonesia dua kali, yakni di Jakarta dan kini Surabaya. (anto)

Related posts

Jokowi Pimpin Upacara HUT ke-47 Korpri di Istora Senayan

redaksi

Jokowi Resmikan 2 Bandara Baru di Kalimantan Timur

redaksi

KPK Telah Menerima LHA dari PPATK Terkait Traksaksi Mencurigakan 10 Anggota Banggar DPR

kornus