KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Rapat Perdana Pansus BUMD DPRD Jatim Soroti Minimnya Data Kinerja PT JGU, dr Agung: Keterbatasan Data Jadi Kendala Utama

Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, dr Agung Mulyono (kiri), Wakil Ketua Pansus BUMD Jawa Timur H. Nasih Aschal, Rabu diitemui usai rapat Pansus di Kota Batu, Rabu (17/12/2025). 

Kota Batu (mediakorannusantara.com) – Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur menggelar rapat perdana bersama PT Jatim GRHA Utama (JGU) dan tiga anak perusahaannya di Kota Batu, Rabu (17/12/2025). Rapat ini menjadi agenda awal Pansus dalam mendalami kinerja dan tata kelola BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, dr Agung Mulyono, mengatakan rapat perdana kali dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jatim ini masih bersifat mendengarkan paparan dari manajemen perusahaan.

“Karena ini perdana, tadi kita banyak mendengarkan. Hari ini adalah JGU dengan tiga anak perusahaannya. Catatan pentingnya adalah memang mereka melaporkan ke kita dan tentunya karena perdana, kita banyak mendengarkan yang apa dia sampaikan, jadi belum sampai terlalu dalam,” ujar dr Agung ditemui usai memimpin rapat Pansus rapat bersama jajaran Direksi PT JGU.

dr Agung menyoroti belum lengkapnya laporan yang disampaikan PT JGU dan anak perusahaannya. “Catatan pentingnya adalah nomor satu memang disayangkan mereka belum melaporkan yang lengkap. Jadi saya sampaikan tolong laporan dilengkapi dua hari dari sekarang,” tegasnya.

Menurut dr Agung, laporan tersebut menjadi dasar penting untuk menilai kinerja perusahaan. “Laporan itu potret dari perusahaan masing-masing dari BUMD, penting. Kita bisa bicara tentang revenue, profit, dan sebagainya dari situ. Ini PR-nya mereka segera bikin dalam waktu dua hari,” katanya.

Selain itu, dr Agung menilai bahwa rapat kali ini juga belum berjalan optimal karena Direktur Utama PT JGU Mirza Muttaqien, dalam kondisi kurang sehat (sakit tenggorokan).

“Kebetulan juga Direktur JGU lagi sakit tenggorokan, suaranya tadi hilang. Sehingga dari setengah mainan, kita cut, skor dulu, kita tunda untuk di minggu depan atau berikutnya, karena recovery dia, biar bisa jelasin dengan enak, gamblang sehingga kita bisa analisis dengan enak juga,” jelas dr Agung.

Terkait pendalaman kinerja anak perusahaan JGU, dr Agung menegaskan keterbatasan data menjadi kendala utama. Untuk itu, ia belum bisa membeberkan lebih dalam terkait hasil dari rapat tersebut.

“Contoh mengenai katakanlah revenue profit atau gambaran keuangan, ya enggak bisa digambarkan. Mereka normatif menyampaikan bahwasannya akan begini, nanti begini, itu begini,” bebernya.

Oleh sebab itu, dr Agung menegaskan bahwa Pansus meminta PT JGU agar pembahasan ke depan berbasis data yang terukur. “Artinya kita minta by data, sehingga bicaranya itu terukur. Karena ini di awal, kita maklumi. Tetapi PR (pekerjaan rumah) dia adalah segera melengkapi data tadi dalam waktu secepat-cepatnya. JGU dengan tiga anak perusahaan,” ucap Agung.

Dalam rapat tersebut juga mengemuka keluhan salah satu anak perusahaan, PT Pratama Jatim Lestari (PJL), terkait minimnya dukungan dari Pemprov Jatim, khususnya dalam pengelolaan limbah rumah sakit yang justru dikerjakan pihak swasta.

Menanggapi hal itu, dr Agung sendiri justru mempertanyakan alasan rumah sakit milik Pemprov Jatim tidak menggunakan jasa pengelolaan limbah PT PJL.

“Justru pertanyaan saya, why perusahaan rumah sakit di Pemprov kok tidak mau ke dia (PT PJL), ada apa? Mestinya kalau dengan kualitas yang bagus, atau mungkin dengan bonafit yang jelas, dia akan memilih kepada milik Pemprov,” ujarnya.

dr Agung menilai evaluasi tidak hanya perlu dilakukan dari sisi internal perusahaan, tetapi juga sudut pandang pengguna jasa. “Artinya justru PJL koreksi dong, why kok justru orang internal customer kita, yang pasti rekan OPD kita, kok ke orang lain,” jelas dia.

Karena itu, Agung menggaris bawahi pentingnya Pansus BUMD Jatim. Selian bertujuan memperbaiki kinerja, iya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur.

“Tujuannya adalah tentunya, memperbaiki kinerja performa BUMD yang ada di Jawa Timur, ujung-ujungnya nanti kinerjanya bagus, revenue-nya naik, PAD-nya naik buat kita,” imbuhnya.

Di waktu yang sama, Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, H. Nasih Aschal (Ra Nasih) menambahkan bahwa Pansus belum dapat menarik kesimpulan pada rapat perdana tersebut. “Memang hari ini kita belum bisa memberikan kesimpulan. Karena memang datanya belum disampaikan secara menyeluruh,” ujar Ra Nasih.

Meski demikian, Ra Nasih mengakui sudah ada sejumlah catatan awal yang menjadi perhatian Pansus BUMD. “Salah satunya tadi bahwa ketika bicara kinerja, ya ini masih ada pertanyaan kenapa kemudian rumah sakit-rumah sakit yang ada itu kok enggak mau (pakai BUMD Jatim), malah ke swasta,” katanya.

Ra Nasih menegaskan seluruh temuan tersebut masih akan dieksplorasi lebih lanjut sebelum Pansus memberikan rekomendasi resmi kepada BUMD terkait.

“Hari ini kita masih mencoba mereview itu, kita masih eksplorasi itu, belum pada final kesimpulan. Tapi dari beberapa laporan-laporan memang kita agak meragukan juga terhadap bagaimana perhatian pemerintah terhadap keberadaan BUMD,” pungkasnya. (KN01)

Related posts

Kolaborasi BI dan Pemkot Surabaya Kembangkan Wisata Sejarah Lewat Festival Peneleh 2024

kornus

Panglima TNI Terima Dubes Korea

kornus

Penembakan Pekerja Trans Papua, Kapolri Sebut Jumlah Korban Tewas 20 Orang

redaksi