KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Program E- KTP di Surabaya Amburadul

Surabaya (KN) – Program pembuatan KTP elektronik (E-KTP) di Surabaya berjalan amburadul. Akibat jumlah peralatan yang digunakan terbatas hanya 62 unit, target tuntas pada April 2012 seluruh proses pembuatan E-KTP di Surabaya diperkirakan sulit tercapai. Pasalnya, menurut Plt Kadispenduk capil kota Surabaya Anton terayuda, Sabtu (31/12), sesuai perencanaan peralatan yang digunakan untuk memenuhi target selesai april 2012 mendatang membutuhkan 162 unit alat.

”Kita prediksi jika alatnya lengkap sebanyak 162 unit, pembuatan E-KTP akan selesai selama setengah tahun. Tetapi jika kurang seperti ini, mungkin bisa berjalan hingga 2 tahun” ujarnya

Anton mengatakan, pihaknya telah meminta Pemerintah Pusat untuk memenuhi tambahan peralatan yang kurang. Namun hingga saat ini belum ada balasan. “Bulan Nopember 2011 lalu kita sudah mengirim surat ke Dirjen Adminduk Kemendagri agar segera memenuhi kekurangan alat yag dibutuhkan. Tetapi sampai saat ini belum ada jawaban” kata PLt Kadispenduk capil Surabaya.

Ia mengungkapkan, dari proses pembuatan yang berjalan sejak oktober lalu, warga yang memperbaharui identitasnya menggunakan E-KTP hanya 12 persen atau sekitar 200 ribu orang dari total wajib KTP sebanyak 2,2 juta jiwa.

Anton Terayuda menambahkan, meski program pembuatan E- KTP ditarget selesai april 2012. Namun, Pemerintah Pusat tidak akan memberikan sanksi jika waktu penyelesaian molor dari jadwal. Dispenduk Capil Kota Surabaya juga hanya bisa menghimbau warga Surabaya agar mendatangi undangan yang telah disebarkan oleh kecamatan. Sejauh  ini menurut Anton, kendati peralatan terbatas, pembuatan E-KTP berjalan lancar. “Kalo laporan yang masuk ke saya, sampai sejauh ini semuanya berjalan lancar” katanya.

Penilaian Plt kadispenduk capil Surabaya tersebut bertolak belakang dengan fakta dilapangan. Contohnya, di Kecamatan Sambikerep, banyak warga yang terpaksa batal membuat E- KTP akibat ditolak petugas dengan alasan masih banyak antrian yang belum terlayani. Padahal dari sebagian warga tersebut sudah dua kali mendatangi kantor Kecamatan tersebut.

Menurut keterangan Camat Sambikerep Retno Hariati, jumlah warga di wilayah Surabaya Barat yang membuat E-KTP sekitar 300 -an. “ Rata-rata warga yang membuat E-KTP sekitar 300-an. Ini karena pelayanan kita sampai sore hari, mulai dari hari Senin hingga Jumat. Kalau dulu, pelayanan masih buka hingga malam hari tiap hari warga yang datang sekitar 500 orang”  jelasnya.

Keterbatasan peralatan yang hanya 2 unit dinilai menjadi kendala proses pembuatan. Apalagi, dari informasi sejumlah warga yang mengurus E-KTP di Kecamatan Sambikerep alat yang berfungsi normal hanya satu unit. Satu alat lainnya kadang macet. Untuk mengantisipasi terkendalanya proses pembuatan, pihak petugas memberhentikan sementara proses pembuatan E-KTP tiap 50- antrian.

Di Kecamatan Sambikerep, waktu pembuatan E-KTP ditarget tuntas akhir Desember 2011. Namun realitasnya, masih banyak warga yang belum mendapat giliran untuk membuat E-KTP. Selain kendala peralatan, pengaturan jadwal pembuatan E-KTP di kecamatan Sambikerep juga amburadul. Sebagian warga tidak mengetahui batas waktu pembuatan, karena di undangan yang dilayangkan ke warga tidak tercantum waktu pembuatan.

Camat Sambikerep, Reni Hariati berdalih, pihaknya telah menginformasikan waktu pembuatan E-KTP ke Kelurahan melalui surat edaran. Ia terkesan menyalahkan aparat kelurahan yang tidak mencantumkan lampiran waktu di setiap undangan yang diberikan kepada warganya. (anto)

Foto : Ilustrasi pembuatan E-KTP

Related posts

Toko Moderen Sudah Menjamur Pemkot Baru Akan Perketat Perizinan IUTM

kornus

SMPN 2 Plumbon Cirebon Ambruk, Siswa Belajar Lesehan di Musholla

redaksi

Pantau Situasi, Pangdam dan Danrem Kompak Gowes Bareng

kornus