KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Terompet Impor Marak, Penjual Terompet Tradisiona Terpuruk

                                              Penjual terompet tradisional

Surabaya (KN) – Menjelang pergantian tahun (2011-2012) di beberapa tempat di Surabaya marak pedagang  terompet. Tidak hanya pedagang terompet tradisional buatan tangan saja, tapi juga terompet impor buatan pabrik. Keberadaan terompet pabrikan itu yang kini dikeluhkan para pedagang terompet tradisional. Para pedagang merasa terancam dengan adanya terompet buatan pabrik tersebut.

Menurut pengakuan Suherman warga Bojonegoro yang berjualan terompet di kawasan Jl Kapasan, penjualan terompetnya kali ini tak seperti tahun lalu. “Kalau tahun lalu, jelang tahun baru seperti ini, produksi saya sudah banyak yang laris. Tapi saat ini, kalah dengan terompet pabrik,” kata Hermanm, pedagang terompet yang nasibnya kurang beruntung karena hadirnya terompet impor.

Dia menuturkan, kalau pasaran sebulan sebelum tahun baru, sudah banyak terlihat penjual terompet buatan pabrik yang merupakan hasil impor. Terompet itu dijual murah, untuk ukuran kecil dijual seharga Rp12.500 sampai Rp15.000 sementara ukuran besar dijual seharga Rp20.000 sampai Rp25.000. Sementara, terompet tradisional, dijual di atas Rp10.000.

“Kalau terompet pabrik, cukup dengan menekan tuasnya sudah mengeluarkan suara nyaring. Tapi yang kertas atau tradisional, harus ditiup. Ini juga menyebabkan terompet tradisional kurang peminatnya,” tambah Herman.

Selain masalah harga, bahan baku turut mempengaruhi jatuhnya pasaran terompet tradisional. Karena bahanya dari kertas hingga mudah rusak. Apalagi jika hujan, tentu terompet ini tak tahan lama. Kalau yang buatan pabrik, lebih praktis, kecil dan tahan lama.

Walau kalah bersaing, tapi penjual terompet tradisiona masih banyak dan mudah ditemui di pinggir – pinggir jalan Kota Surabaya. Namun para pedagang terompet ini bila terpaksa mereka harus menurunkan harga jual terompetnya agar bisa laku. (anto)

 

Foto : Ilustrasi pedagang terompet tradisional

 

Related posts

Dewan Awasi Proses Pencairan Gaji GTT di Jatim

kornus

108 Turis Kapal Pesiar MS Volendam Kunjungi Balai Kota Surabaya

kornus

Pandemi Covid-19 di Surabaya Jadi Perhatian Mabes TNI

kornus