KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kesaksian Ahok Soal Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak dan Bantahan Intervensi Riza Chalid

Kesaksian Ahok Soal Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak dan Bantahan Intervensi Riza Chalid

Jakarta, mediakorannusantara.com, -Basuki Tjahaja Purnama, yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, hadir sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa.

Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Ahok ini mengaku tidak mengenal Mohammad Riza Chalid, pemilik manfaat PT Tanki Merak dan PT Orbit Terminal Merak yang kini berstatus tersangka.

Ia secara tegas mempertanyakan kekuatan pihak luar yang dikabarkan mampu mengintervensi bisnis minyak di Pertamina, mengingat pengawasan internal diklaim telah berjalan sangat ketat.

Ahok menjelaskan bahwa informasi mengenai keterlibatan PT Orbit Terminal Merak justru baru ia ketahui melalui pemberitaan di media massa. Selama masa jabatannya, ia mengeklaim tidak pernah mendengar nama perusahaan tersebut dalam laporan resmi perusahaan, apalagi menerima laporan terkait adanya pemaksaan penyewaan terminal BBM oleh pihak tertentu.

Menurutnya, mekanisme bisnis di Pertamina seharusnya tidak memberikan ruang bagi intervensi luar yang dapat mengganggu tata kelola energi nasional.

Sidang ini merupakan bagian dari pemeriksaan kasus yang melibatkan sembilan terdakwa, mulai dari petinggi PT Pertamina Patra Niaga hingga direksi PT Kilang Pertamina Internasional.

Para terdakwa diduga melakukan tindakan melawan hukum dalam pengadaan impor produk kilang serta penjualan solar nonsubsidi yang merugikan negara hingga Rp285,18 triliun. Angka fantastis tersebut mencakup kerugian keuangan negara, kerusakan perekonomian nasional, hingga keuntungan ilegal dari selisih harga impor BBM yang melebihi kuota sepanjang periode 2018–2023.

Kesembilan terdakwa kini menghadapi ancaman jeratan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena nilai kerugiannya yang masif serta keterlibatan jajaran manajemen tingkat atas dalam ekosistem hilir migas Indonesia.( wa/at)

Related posts

Tinjau Proses Vaksinasi di Gresik, Gubernur Khofifah Minta Penambahan Fasyankes dan Vaksinator Untuk Percepatan Vaksinasi

kornus

DPRD Jatim MInta SMA/SMK Tak Memaksakan UNBK dengan Smartphone

kornus

Kementan sebut Penggunaan Biofuel di industri Sawit mampu Tekan Emisi