KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

FPRS Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM

Surabaya (KN) – Gelombang unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, terus dilakukan berbagai pihak dalam pekan ini. Forum Perjuangan Rakyat Surabaya (FPRS) merupakan salah satu pihak yang mengecam kebijakan pemerintah itu.

Vabianus Hendrik selaku koordinator aksi mengatakan, aksi yang dilakukan Rabu (28/3) ini masih seputar kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga BBM dan TDL. BBM, merupakan kebutuhan yang sangat krusial bagi masyarakat buruh atau masyarakat kecil. Bila terjadi kenaikan BBM pada 1 April nanti, tak dapat dielakan PHK massal akan terjadi khususnya pada kaum-kaum buruh.

“Kami rasa pemerintah adalah pembohong besar, kenapa harus menaikan harga BBM, sementara Indonesia kaya? Harusnya kita menasionalisasi perusahaan migas yang berada pada wilayah negara kita. Bukan malah mencari alasan dengan APBN akan jebol. Itu merugikan rakyat,” ujar Vabianus, Rabu (28/3).

Sekitar 100 massa yang awlnya berkumpul di Pasar Kupang, Surabaya tersebut, melakukan longmarch menuju Jl Pasar Kembang dan berhenti di kantor Dinas ESDM Jatim yang terletak di kawasan Jl Tidar.

Usai dua jam melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur di jalan Tidar Surabaya, Rabu (28/03), akhirnya massa dari Forum Perjuangan Rakyat Surabaya (FPRS) membubarkan diri.

Namun sebelumnya, massa sempat melempari gedung Kantor ESDM dengan tomat dan sayuran. Aksi pelemparan ini dipicu lantaran tidak puasnya massa dengan pernyataan perwakilan Dinas ESDM yang menemui mereka.

Perwakilan Dinas ESDM itu hanya mengatakan akan mengirim surat kepada pemerintah pusat tentang permintaan pengunjuk rasa yang menolak kenaikan BBM. Namun perwakilan Dinas ESDM menolak saat massa meminta Dinas ESDM Jatim untuk ikut menyatakan menolak kenaikan BBM. Karena penokan itulah massa pun mulai memaki-maki dan berteriak-teriak menghardik. Perwakilan Dinas ESDM pun langsung melompat dari truk dan dikawal petugas menuju ke gedung Dinas ESDM.

Tak puas mencaci, massa akhirnya melempari gedung Dinas ESDM dengan tomat dan sayuran yang sudah disiapkan. Hingga akhirnya massa membubarkan diri. (ms)

Foto : Massa FPRS unjuk rasa ke kantor Dinas ESDM Jatim

Related posts

Silaturahmi Dansatgas Indobatt dengan Kepala Distrik Desa Tulin Lebanon Selatan

kornus

Beberapa Rumah Ibadah di Surabaya Sudah Diperbolehkan Ibadah Berjamaah

kornus

Walikota Risma Minta BUMD Surabaya Persiapkan Diri Hadapi Pasar Bebas 2020

kornus