KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Buang Tinja Sembarangan, Komunitas RAR Minta Walikota Tindak Tegas Pemilik Mobil Penyedot Tinja Bima Sakti

mobil -pembuang- tinjaSurabaya (KN) – Sejumlah warga Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya memergoki mobil penyedot Tinja Bima Sakti sedang membuang tinja sembarangan di salah satu tambak di kawasan Wonorejo.Bagian Advokasi Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek (RAR) Hermawan Some, di Surabaya, Rabu (6/4/2014) mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga pada Selasa (5/4/2016) pukul 15.00-16.00 WIB, terkait dengan adanya mobil penyedot tinja Bima Sakti yang membuang tinja sembarangan.

“Seharusnya tinja yang sudah disedot tersebut tidak dibuang sembarang tempat, tetapi harus di instalasi pengolahan air lumpur tinja (IPLT) Keputih sebagaimana diatur dalam Perda Kota Surabaya Nomor 4 tahun 2000 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya prihatin dengan ditemukan kasus ini. Untuk itu Komunitas Rek Ayo Rek akan mengirim surat kepada Walikota Surabaya agar mengusut kasus tersebut dan menindak tegas pelakunya. Sebab, tindakan tersebut melanggar Perda 4/2000 khususnya pasal 25 angka 5 yakni dilarang membuang sampah tinja di sungai-sungai, selokan, berm dan tempat umum lainnya, kecuali ditempat pembuangan akhir sampah tinja yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota. Selain itu, lanjut dia, pada pasal 28 angka 2, barang siapa melakukan pelanggaranatas ketentuan sebagaimana tersebut dalam Pasal 25 diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 5 juta.

Wawan Some sapaan Hermawan Sone yang juga Koordinator Komunitas Nol Sampah Pembuangan tinja di sembarang tempat dapat merusakan ekosistem dan membahayakan kesehatan manusia. Setidaknya ada 4 kandungan dalam tinja yang berbahaya, yaitu mikroba, materi organik, telur cacing dan nutrien.

Tinja manusia, lanjut dia, mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri E-coli. Sebagian di antaranya tergolong sebagai mikroba patogen, seperti bakteri Salmonela typhi penyebab demam tifus, bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, virus penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio.

Tinja merupakan sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna yang dapat berbentuk karbohidrat, atau protein, enzim, lemak, mikroba dan sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200-300 mg BODS (kandungan bahan organik).

Kandungan BOD yang tinggi itu mengakibatkan air mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna kehitaman. Seseorang yang cacingan akan mengeluarkan tinja yang mengandung telur-telur cacing. Beragam cacing dapat dijumpai di perut kita seperti cacing cambuk, cacing gelang, cacing tambang, dan keremi. “Satu gram tinja berisi ribuan telur cacing yang siap berkembang biak diperut orang lain,” katanya.

Tinja umumnya mengandung senyawa nitrogen (N) dan senyawa fosfor (P) yang dibawa sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium, sedangkan fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia mengandung amonium sekitar 25 gram dan fosfat seberat 30 mg. Senyawa nutrien memacu pertumbuhan ganggang (algae). Akibatnya, warna air menjadi hijau. Ganggang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan lainnya mati.

Terkait dengan kasus mobil penyedot tinja Bina Sakti yang membuang tinja sedotannya di sembarang tempat tersebut maka RAR minta agar Walikota Surabaya mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pelakunya atau pemilik prusahaan jasa mobil penyedot tinja, baik sanksi adminitratif maupun sanksi pidana.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (LH) Kota Surabaya, Musdik Ali mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya mengenai kejadian itu. “Informasi yang kami dapat dari DKP, yang dibuang itu bukan limbah tinja, melainkan lumpur bekas bangunan. Katanya juga sudah izin sama pemilik lahan,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya akan memanggil pemilik mobil penyedot tinja Bima Sakti dan semua pihak baik dari DKP maupun Satpol PP. (anto)

Related posts

Kasdim Pasuruan Serahkan THR Kasad Kepada Anngota Penyandang Cacat

kornus

Gubernur Khofifah Rayakan Hardiknas Bersama Siswa Sekolah Rakyat di SRMP 15 Mojokerto

kornus

Kapolda Jatim resmikan Grand Mercure Surabaya sebagai Hotel Tangguh Semeru