KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

BK DPRD Surabaya Sidak Temukan 8 Anggota Dewan Mbolos

agus-santosoSurabaya (KN) – Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, bukan hanya pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pegawainya. Aksi serupa juga dilakukan Ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya, Agus Santoso. Dengan didampingi seorang staf DPRD Surabaya, politisi Partai Demokrat tersebut mendatangi satu per satu ruang komisi dan fraksi di DPRD Surabaya, Senin (5/9).
Ketua BK Agus Santoso memasuki satu-satu per satu ruang komisi untuk mengecek siapa saja anggota dewan yang hadir. Begitu pengecekan 4 ruang komisi, yakni Komisi A sampai Komisi D selesai, dilanjutkan ke tujuh ruang fraksi. Hasilnya, didapati ada 8 orang anggota dewan yang tak masuk tanpa keterangan alias bolos kerja dan 4 angota dewan yang izin tidak masuk karena sakit.
Berdasar data yang dimiliki BK, anggota DPRD Surabaya yang tak masuk tanpa keterangan adalah dua anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD Surabaya Rusli Yusuf dan Subiantoro, anggota Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) DPRD Surabaya Rio Pattiselano, anggota Fraksi APKINDO DPRD Surabaya Camelia Habibah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Surabaya, Tri Prasetija Puruwito dan dua dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Surabaya Masduki Toha dan Mazlan Mansur.
Sedangkan 4 anggota dewan yang uzun tidak masuk karena sakit adalah dua anggota Fraksi PKS DPRD Surabaya, yakni Alfan Khusaeri dan Fatkur Rohman. Serta dua dari Fraksi PDIP DPRD Surabaya, yakni Zaifudin Zuhri dan Rizki Derma Putra.
Saat ditemui di sela-sela sidak Agus Santoso menyatakan, bagi anggota dewan yang kedapatan tidak masuk tanpa alasan bakal dikenakan sanksi. Mengenai sanksinya, masih akan dirapatkan internal di BK. “Kami BK akan disiplinkan seluruh anggota dewan. Harus hadir tepat waktu, tidak ada alasan selain sakit,” tegasnya.
Tapi sebenarnya, masih banyak anggota dewan lain yang tidak terlihat digedung DPRD Surabaya. Bahkan, Agus sendiri mengakui jika dalam acara halal bihalal yang digelar hanya ada sekitar 20 anggota legeslatif yang hadir. “Kemungkinan yang hadir 50 persen saja,” katanya.
Terkait dengan anggota legeslatif yang tak nampak namun tidak masuk dalam daftar tidak hadir, Agus berdalih yang bersangkutan sempat datang namun kembali meninggalkan gedung DPRD Surabaya. Seperti halnya para unsur pimpinan yang dianggap masuk semua sehingga ruangannya pun terbebas dari sidak. “Pimpinan tadi ada semua, tapi sekarang sedang keluar,” kata Agus. (anto)

Foto : Agus Santoso Ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya

Related posts

Konser Musik saat Kampanye Pilkada Bakal Dibubarkan

kornus

Rieke Diah Pitaloka Orasi Budaya Mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Jadi World Heritage

kornus

Keputusan Bebaskan PR Sekokah Didukung Komisi D

kornus