KORAN NUSANTARA
ekbis indeks

Bisnis Media Akan Tetap Tumbuh Seiring Dengan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta (KN)- Persaingan yang sangat ketat akan terjadi pada media tradisional yang meliputi koran, televisi, dan radio dengan media modern yang meliputi Internet, social media, dan telepon genggam. “Industri media akan tetap tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Cairul Tanjung.
Namun, Chairul meyakini media tradisional masih diminati 80-90 persen konsumen dalam 5-10 tahun mendatang. Setelah itu akan digeser oleh peran media modern yang lebih segmented seiring dengan pertumbuhan kecerdasan masyarakat Indonesia dan pertumbuhan teknologi.

Pengusaha nasional yang juga pemilik dua stasiun televisi, Chairul Tanjung, dalam Asia Fasifik Media Forum beberapa waktu lalu di Jakarta mengatakan, ekonomi Indonesia dalam 20 tahun ke depan diperkirakan masuk lima besar kekuatan ekonomi dunia. Itu menjadi kabar baik bagi pelaku industri media yang pertumbuhannya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, kata Chairul, peran dan persaingan antarmedia akan semakin ketat untuk memperoleh iklan meskipun belanja iklan setiap tahun cenderung naik.
Itu bisa dihindari jika pengelola media mampu memperbaiki diri dan lebih kreatif. Prospek yang semakin cerah di industri media juga diyakini oleh sejumlah perusahaan media yang sudah go public, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, menyebut akan agresif pada tahun ini dengan membidik pendapatan 6,13 triliun rupiah atau tumbuh sekitar 15-20 persen dibanding perolehan 2010.
Kejadian di Amerika Serikat (AS) pascakrisis keuangan 2007 menyebabkan industri pers ikut jatuh bangkrut sehingga sejumlah koran berhenti terbit, mengurangi pekerja, dan melakukan redesain. Kondisi tersebut sempat ditakuti oleh sejumlah pengusaha media, khususnya media cetak, karena kasus di AS dikhawatirkan berimbas ke industri media cetak di Indonesia. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian Pendidikan, Penerangan, Ekonomi, dan Sosial (LP3ES), peran media cetak tidak akan terganti dan akan terus tumbuh.
Peneliti LP3ES, Indrajid, pada presentasi riset masa depan industri media cetak di Indonesia yang digelar Serikat Penerbit Surat kabar beberapa waktu lalu juga mengatakan, bahwa terdapat 95,9 persen pembaca media cetak yang juga pemirsa televisi dan 2,3 persen pendengar radio. “Fakta tersebut menunjukkan bahwa media cetak belum tergantikan. Media cetak punya pembaca yang loyal,” katanya.(red).

Related posts

FPKB Meminta Polisi Usut Tuntas Anggota DPRD Surabaya Yang Terlibat Trafficking

kornus

Diduga Konflik Internal Penyebab Mundurnya Dirtek PD Pasar Surya

kornus

DPRD Jatim Minta BPJS Kesehatan Batalkan Aturan Sistem Rujukan Berobat

kornus