Surabaya (KN) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jatim akan menggarap beberapa pasar tradisional di Jatim dalam menjaring peserta KB baru. Rencananya, menjaring peserta KB di sejumlah pasar dimulai tahun 2013 mendatang.
“Tahun 2013 mendatang ini, kita telah merencanakan Grebek Pasar dengan bekerja sama dengan radio komunitas di masing-masing kabupaten/ kota di Jatim,” ujar Kepala BKKBN Jatim, Djuwartini, SKM, MM, di Surabaya, Kamis (8/11).
Djuwartini mengatakan, menggarap Pasar tradisional pada tahun depan tentunya akan dimanfaatkan maksimal oleh BKKBN untuk mencapai target yang telah ditentukan. Salah satunya dengan mencapai jumlah peserta KB Baru untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implan, Medis Operasi Pria (MOP) dan Medis Operasi Wanita (MOW). ”Dengan pencapaian peserta KB baru MKJP saat ini BKKBN berusaha untuk mencapai target Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) yang telah ditetapkan pusat,” katanya.
Untuk target KKP peserta KB baru MKJP tahun ini, katanya, Jatim harus mencapai 106.942 akseptor IUD, 12.757 akseptor MOW, 2.762 akseptor MOP dan 115.000 akseptor Implan. Sementara, pencapaian peserta KB Baru MKJP Jatim sampai dengan September 2012 sudah tercapai IUD 91.242 akseptor, MOW 21.415 akseptor, MOP 2.423 akseptor dan Implan 107.242 akseptor. “Jadi secara keseluruhan sudah mencapai angka 93,62 persen, tinggal sisanya yang akan kita capai di tiga bulan ke depan,” jelasnya.
Karena itulah, Djuwartini meminta kepada seluruh petugas KB kabupaten/kota di Jatim untuk selalu meningkatkan kinerjanya agar mampu mencapai target KKP dalam menjaring peserta baru MKJP sehingga nantinya akan dapat mengurangi angka laju pertumbuhan penduduk di Jatim. “Saya berharap acara Grebek Pasar yang akan kita lakukan nanti akan berdampak langsung terhadap penurunan laju pertumbuhan penduduk di Jatim,” harapnya.
Menurutnya, program menjaring peserta pada pasar tradisional merupakan bagian dari respon adanya program grebek pasar yang dilakukan BKKBN Pusat. Kegiatan ini direspon BKKBN dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo acara Grebek Pasar dapat berjalan dengan baik. “Terus terang saya bangga dengan target yang ditetapkan pada acara Grebek Pasar yaitu melayani 300 lebih akseptor,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan jumlah pelayanan IUD 60 akseptor, Implan 300 akseptor dan MOP 4 orang menandakan antusias masyarakat Ponorogo sangat tinggi. “Kalau warga tidak senang dengan program KB maka masyarakat yang datang untuk mendaftar pelayanan KB kesehatan akan sedikit, tapi ini sebaliknya peminatnya cukup banyak,” ujarnya.
Djuwartini menjelaskan, seperti apa yang disampaikan Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Drs Hardiyanto bahwa acara Grebek Pasar di Kab Ponorogo merupakan kegiatan baru BKKBN Pusat yang dilakukan di sepuluh provinsi di Indonesia. Serangkaian kegiatan Grebek Pasar ini bertujuan untuk, pertama mempercepat pencapaian program KKB melalui intensifikasi dan ekssitensi KIE program KKB.
Selain itu, kedua bertujuan untuk meningkatkan akses informasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program KKB baik melalui Mobil Pelayanan (Mupen) KKB maupun radio. Ketiga, meningkatkan cakupan pelayanan KB terutama untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Keempat, meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja dalam program KKB. Kelima, meningkatkan motivasi pengelola dan tenaga lini lapangan. Keenam, meningkatkan manajemen operasional program KKB. “Jadi enam target ini yang akan kita capai dalam kegaitan Grebek Pasar,” jelasnya. (rif)
