KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Persiapan Peringatan Hari Pahlawan di Surabaya Smakin Matang

Surabaya (KN) – Persiapan rangkaian kegiatan dalam acara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Surabaya semakin matang, berbagai kegiatan simbolis mengenang perjuangan para pahlawan khususnya Arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah nampak sudah mewarnai Kota Surabaya.“Kegiatan tersebut antara lain, penyebaran pamflet dengan helikopter mengelilingi Kota Surabaya demi mengobarkan kembali semangat patriot Pahlawan 10 November 1945. Lalu, gema Pidato Gubernur Suryo menolak ultimatum Panglima Tentara Sekutu, resolusi jihad KH Hasyim Asyari dan orator Bung Tomo. Kemudian, semarak spotlight sinar laser dari Tugu Pahlawan ke seluruh penjuru Surabaya. Terakhir digelar upacara bendera peringatan Hari Pahlawan nasional 10 November 2012 di Monumen Tugu Pahlawan,” terang, Ketua Panitia Nasional Peringatan Hari Pahlawan, H. Achmad Zaini, saat dikonfirmasi, Kamis (8/11).

Tidak hanya itu, akan ada juga pemberian penghargaan terhadap sembilan tokoh Jawa Tmur yang memiliki semangat kepahlawanan. Kriteria penghargaan juga dilihat berdasarkan tata cara perjuangannya meraih sesuatu yang dicita-citakannya.

Masing-masing (alm) mantan Gubernur Jatim Moh. Noer, Ny Soekarno selaku pengusaha kapal, pengusaha peralatan rumah tangga Alim Markus, pengusaha rokok Susilo Wonowijoyo, putra kandung Bung Tomo yaitu Bambang Sulistomo, Mendikbud Mohammad Nuh, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri BUMN Dahlan Iskan, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Ia menambahkan upacara peringatan Hari Pahlawan pada 10 November tahun ini dijadwalkan berpusat di Surabaya sebagai bagian dari penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran di Surabaya 67 tahun silam.

Sejarah telah mencatat peristiwa tersebut tidak terjadi dimana-mana dan hanya di Jawa Timur. Dan Surabaya menjadi pusat peperangan.Dia mencontohkan, ketika munculnya resolusi jihad dari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim ‘Asy’Ari yang memicu Bung Tomo untuk berorasi membangkitkan semangat melawan penjajah. Bahkan, ketika menyebut Hari Pahlawan, pasti melekat dengan kota Surabaya.

Pasalnya, perang 100 hari tersebut juga diikuti berbagai etnis dan suku bangsa, seperti Maluku, Madura, etnis Tionghoa, warga keturunan Arab dan sejumlah masyarakat dari berbagai penjuru di Indonesia. (red)

Related posts

Resmikan Pasar Murah, Arumi: Stabilkan Harga Sembako untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

kornus

Sambut ISOPLUS MARATHON 2025, Pemkot Surabaya Dorong Sport Tourism dan Geliat Ekonomi

kornus

Antisipasi bencana Hidrometeorologi, BPBD Surabaya Tambah Pos Pantau di Perbatasan

kornus