Surabaya (KN) – Merasa lancar menggelar paripurna istimewa pelengseran Wishnu Wardhana dan Agus Santoso, Senin (6/5/2013), hamoir seluruh anggota dewan menikmati ‘hadiahnya’. Puluhan anggota dewan itu justru ramai-ramai mengikuti kunjungan kerja. Apalagi, Kamis (9/5/2013) adalah hari libur dan bisa saja kunjungan kerja walau hanya dua hari, Selasa dan Rabu, diteruskan sampai tiga hari.
Informasinya, kunjungan kerja itu ke luar Jatim. Entah apa yang dibahas, kunjungan kerja itu tetap berjalan. Padahal selama ini, sebelum ada paripurna istimewa, tak ada agenda sama sekali di dewan. Kegiatan kerja dewan sama sekali mati.
Di temui di ruang Fraksi Golkar, Erick Reginal Tahalele mengaku tak ikut kunjungan kerja komisinya ke DPRD Provinsi DKI Jakarta. Saya bersama Eddi Budi Prabowo tak ikut kunjungan kerja.
Sayangnya, anggota dewan merasa paripurna istimewa itu sudah beres. Padahal masih ada PR yang belum dituntaskan, yakni memilih dan pengesahan ketua DPRD baru pengganti WW.
“Saya sempat telpon Pak Machmud (Mochammad Machmud yang ditunjuk gubernur jadi pengganti WW, red) menanyakan belum tuntasnya pelantikan ketua dewan pengganti. Pak Machmud mengatakan jika masalah itu sudah beres karena partainya sudah meminta gubernur menunjuk pengganti WW. Tapi Saya katakan, partai itu tidak bisa memerintah gubernur. Yang bisa adalah partai memerintahkan ke fraksi, fraksi sebagai alat kelengkapan dewan meminta lembaga DPRD untuk mengajukan pengganti WW ke gubernur Jatim. Dengan demikian, gubernur akan menindaklanjuti penggantian WW itu dengan mengacu pada hasil paripurna istimewa 6 Mei,” tegas Erick.
Karena itu, Erick juga heran atas belum selesainya proses penggantian WW, justru dewan ditinggal. “Saya tidak tahu apa saja agenda kunjungan kerja tersebut. Yang jelas, kita minta agar proses penggantian WW atau pelantikan ketua dewan segera ditindaklanjuti. Jangan ditinggalkan seperti ini, sehingga semakin molor,” cetus Erick. (Jack)
