KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Sukses Membina Ketahanan Pangan, Gubernur Soekarwo Terima Penghargaan APN 2012

Jakarta (KN) – Atas prestasi kinerjanya penghargaan terus mengalir diberikan kepada Gubernur Jatim Soekarwo di penghujung tahun ini. Setelah menerima penghargaan juara pertama Semiliar Pohon, penghargaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan penghargaan Bidang Industri dari pemerintah pusat, kini satu penghargaan lagi diterima Gubernur Soekarwo.

Penghargaan bertitel Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2012 diterima Pakde Karwo, sebutan akrab Gubernur Jatim Soekarwo dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (14/12/2012). Ikut menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut tampak Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono beserta Menteri Pertanian Suswono dan Ibu Mieke Suswono.

Penyerahan penghargaan berupa trophy kepada Gubernur Soekarwo itu dengan kategori sebagai Pembina Ketahanan Pangan. Selain Pakde Karwo, ada 75 penerima penghargaan lainnya yang diberikan Presiden SBY dengan berbagai macam kategori. Diantaranya sebagai Pembina, Pelopor, Pelayanan, Pelaku Pembangunan serta Pemangku Ketahanan Pangan.

Khusus untuk kategori Pembina Ketahanan Pangan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kepala Daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota/Desa yang berhasil menggerakkan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dalam mengurangi kemiskinan/kerawanan pangan/gizi buruk. Tak hanya itu saja, penilaian itu juga dilihat dari faktor meningkatkannya produksi pangan dan mempercepat diversifikasi pangan dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan di daerah mereka.

Untuk Jawa Timur sendiri, penyerahan penghargaan APN 2012 kali ini diberikan pemerintah pusat sebanyak 9 penerima. Salah satunya diterima Gubernur Soekarwo dengan kategori sebagai Pembina Ketahanan Pangan beserta Bupati Madiun Muhtarom. Selain itu, Eko Budi Santoso, Kades Randugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang (Kategori Kepala Desa), Jumari – Desa Kasreman, Kabupaten Ngawi (Kategori Pelopor Katahan Pangan), Pi’i – penyuluh Kecamatan (Kategori Pelayanan/Penyuluh), Gapoktan Sri Makmur Desa Sumberwindhu, Kecamatan Brebek, Kabupaten Nganjuk, Kelompok Itik Sumber Rejeki Desa Tawangrejo, Kabupaten Lamongan, Perkumpulan Petani Pemakai Air Desa Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban serta UD Riang Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang (Kategori Pelaku Pembangunan).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian juga memberikan penghargaan kepada para petani, kelompok tani, penyuluh dan aparat eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian seluruh Indonesia. Lagi-lagi, empat petani Jawa Timur menerima penghargaan diantaranya, Endro Puji Astoko (Champion Desa Ngancar ,Kabupaten Kediri), Mahfudon (Inseminator Desa Mojojejer, Kabupaten Jombang), Agus Sholehul Huda (Sarjana Membangun Desa- Desa Purwosari, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember), Kelompok Anggrek Jingga Desa Gadu Barat, Kecamatan Gading, Kabupaten Sumenep, GP3A Delta Sapta Tirtha (Desa Singgogalih, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo) dan UPJA Serasi Jaya Tani (Desa Kendit, Kabupaten Situbondo).

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo usai menerima penghargaan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur. Dimana, kerja keras yang dilakukan selama ini dengan lewat kultur bergotong royong dinilai membuahkan hasil cukup gemilang. Dimana berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan baik.

“Yang luar bisa adalah keinginan masyarakat untuk maju, keinganan untuk meningkatkan pendapatan yang lebih baik dan lebih sejahtera sangat kuat muncul di masyarakat Jawa Timur. Itu merupakan manivestasi dari produktivitasnya menjadi bagus,” katanya.

Soal diterimanya penghargaan APN 2012, Pakde Karwo mengatakan kalau penghargaan ini merupakan sebuah simbol di bidang pangan. Dimana, masyarakat Jatim menyumbang pangan cukup besar di tingkat nasional. Tahun ini, sebut Pakde Karwo, produksi beras Jatim 7,8 juta ton. Sedang konsumsinya hanya 3,4 juta Ton. Sehingga surplus beras di Jawa Timur mencapai 4,4 juta ton dengan konsumsi perkeluarga sebesar 91,26 kilogram pertahun. “Ini yang luar biasa, artinya masyarakat Jawa Timur memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap republik ini agar politik pangan kita menjadi sangat stabil,” terangnya.

Lebih lanjut Pakde Karwo menambahkan, perumpamaan kesuksesan Jatim dalam mendukung lumbung pangan nasioanl dinilai bukan hanya dirijen seorang pemimpin saja. Tetapi, peran aktif pemain menjadi penting juga. “Dalam orkestra, seorang dirijen sangat penting, tapi pemain dalam orkestra itu juga perlu. Dan soal kesuksesan itu, masyarakat Jawa Timur hebat-hebat, dan saya mengikuti mereka untuk merumuskan suatu kebijakan seperti apa. Dan petani Jawa Timur sungguh luar biasa,” katanya.

Ditanya soal harapan kedepan, Pakde Karwo menejelaskan soal peningkatan pendapatan para petani yang diinginkan meningkat. Itu seperti yang diharapkan Presiden SBY. Salah satu upaya yang dirancang adalah mengurangi ongkos produksi petani lewat program membuat air pertanian. Selain itu, aksesibilitas pedesaan diperbaiki. “Dan yang tidak kalah pentingnya adalah riset and development bibit harus terus jalan serta tata niaga harus diputus,” terangnya.

Data Dinas Pertanian Jatim menyebutkan, keberhasilan Jawa Timur memberikan kontribusi cukup besar terhadap ketahanan pangan nasional dilihat dari surplus beras tahun 2012 ini mencapai 3,4 juta ton. Selain itu, jagung mencapai 5,3 juta ton, ubi kayu 3,03 juta ton, ikan mencapai 724.000 ton dan gula mencapai 714.000 ton. Sehingga, produksi tersebut mampu meningkatkan Pola Pangan Harapan (PPH) mencapai 89 pada tahun 2011, menurunkan jumlah penduduk miskin 5,53 persen dan menurunkan gizi buruk mencapai 2,50 persen pada tahun 2010. (yo)    

 

Foto : Gubernur Soekarwo saat menerima penghargaan APN 2012 dari Presiden SBY        

Related posts

Gubernur Khofifah Gelar Doa Khotmil Qur’an Bersama Perangkat Daerah Pemprov Jatim

kornus

Sidang MK: Masa Usia Pensiun Prajurit TNI 60 Tahun

kornus

Kasum TNI Buka Rakor Teritorial Tahun 2020

kornus