KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Polisi Selidiki Pencoretan Bendera Merah Putih Saat Konvoi Merayakan kelulusan SMA

polriSurabaya (KN) – Polrestabs Surabaya menyelidiki dan mencari tahu siapa pelajar yang berani mencorat-coret bendera merah  putih sebagai lambang negara. Ini dilakukan setelah ada salah satu pelajar SMA yang mencorat-coret bendera merah putih saat berkonvoi di Jalan Gubernur Suryo untuk merayakan kelulusan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung saat dikonfirmasi di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (20/5) mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan sikap coret-coret bendera merah putih tersebut. Menurutnya, aksi corat-coret lambang negara itu sama halnya dengan penghinaan terhadap simbol negara “Bisa dikatakan aksi itu (pencoretan bendera merah putih – red) sebagai penistaan terhadap simbul negara. Tapi, itu tidak mesti harus diselesaikan dengan pasal pidana. Kami akan mengedepankan pendekatan pembinaan dan pemanggilan orang tua agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Coki.
Selain Kpolrestabes, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan, upaya pengembangan kasus untuk pencarian pelaku pencoretan bendera tersebut dilakukan polisi setelah berhasil mengamankan seorang pelajar berninisial FN. Meski kemudian, polisi menetapkan statusnya sebagai saksi dalam proses penyelidikan pencoretan bendera merah putih dalam konvoi tersebut. “Ya, setelah kami zoom, ternyata kami dapatkan indikasi bahwa pembawa bendera adalah siswa SMK PGRI 45,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelajar sebuah SMK di kawasan Kapas Lor itu sempat dicurigai polisi sebagai pembawa bendera. Polisi berhasil mengamankan seorang pelajar berdasar dari deteksi nopol kendaraan yang ditumpanginya. “Sempat kami curigai.    FN kami deteksi waktu itu dari nopol sepeda motor Yamaha Vega-nya,” terangnya.
Namun, Agung belum bersedia menyebut siswa pelaku pencoretan dan pembawa bendera merah putih saat arak-arakan sepeda motor di kawasan Jl Gubernur Suryo depan Gedung Grahadi tersebut. Ia hanya mengatakan, pihaknya kini tengah mengembangkan kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan ke SMK PGRI 45 Surabaya, di Jl Jojoran I/46, Surabaya. “Pagi ini, kami lidik ke SMK PGRI 45 di Jl Jojoran,” ujarnya.
Sebelumnya, FN mengaku saat itu berboncengan dengan MD, salah satu temannya. Berangkat dari sekolah pukul 10.00 WIB Rabu (18/5), FN berkonvoi bersama rombongan melewati kawasan Jl Kenjeran, Jl Ambengan dan Jl Simpang Dukuh.
Saat meneruskan perjalanan ke Jalan Gubernur Suryo, laju rombongannya tertahan oleh konvoi pelajar lain. Saat itulah FN mengaku melihat bendera merah putih tercorat-coret. (anto)

Related posts

Letkol Kav Hermawan Weharima, SH Resmi Menjabat Komandan Kodim 0815 Mojokerto

kornus

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Jatim Mengeluh

kornus

Kemen PPPA Pantau Perlindungan khusus bagi Anak di daerah