KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Menkomdigi Genjot Perluasan Konektivitas di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca-Bencana

Jakarta, mediakorannusantara.com Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pemerintah terus berupaya keras memperluas konektivitas di daerah-daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

​”Konektivitas sementara melalui satelit, baik itu dari SATRIA-1 maupun juga dari Starlink, PSN, dan lain-lain juga kita deploy di wilayah-wilayah yang terdampak, termasuk Aceh Tamiang sudah masuk,” ujar Menkomdigi di Jakarta, Kamis (4/12).

​Sambil memaksimalkan pemanfaatan konektivitas satelit, Meutya juga mendesak para operator seluler untuk segera memperbaiki jaringan di lokasi bencana. “Kita masih melihat lagi di mana nanti diperlukan untuk bantuan satelit, sambil menunggu teman-teman operator seluler memperbaiki jaringan-jaringan mereka yang ada (seperti contohnya) di wilayah Aceh,” jelasnya.

​Menkomdigi mencatat puncak kerusakan atau tidak berfungsinya infrastruktur telekomunikasi berbasis Base Transceiver Station (BTS) terjadi sejak Selasa (2/12). Namun, dua hari setelahnya, tren konektivitas telekomunikasi di beberapa wilayah yang terdampak sudah menunjukkan perbaikan.

​”Ini yang kita harapkan, kalau trennya baik terus, artinya pasokan listrik mulai tersedia, bahan bakar juga mulai tersedia. Insya Allah ini akan terus membaik. Kita akan kawal terus, mudah-mudahan dalam 1-2 hari ini terus membaik,” kata Meutya.

​Bantuan konektivitas dari Starlink ke beberapa daerah terdampak bencana juga sudah mulai berdatangan melalui berbagai pintu pemerintahan. Saat ini, pemerintah tengah merapikan data penyaluran bantuan tersebut.

​”Sekarang kita sedang streamline, dan yang terdata per 1 Desember itu ada 149 (bantuan). Jadi kita juga sedang menyisir karena kemarin ketika tanggap bencana kan memang lewat bermacam-macam pintu di pemerintahan, tapi sekarang kita rapikan, supaya memang semuanya terdata di mana titik-titiknya. Sejauh ini ada 150-an titik,” jelasnya.

​Selain itu, Menkomdigi memastikan koordinasi intensif dengan operator seluler untuk percepatan pemulihan jaringan.

​”Kita sudah rapat dengan para operator dan minta melakukan percepatan. Namun, mereka pun sebagai korban, karena memang banyak juga pegawai dari para operator seluler kita ini terdampak, tapi terus melakukan percepatan,” kata Meutya.

​”Kita push lagi untuk terus semangat agar di 1-2 hari ini bisa terus membaik, khususnya Aceh,” tambahnya.

​Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi pada penghujung November 2025. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 4 Desember, bencana tersebut telah menewaskan 776 orang, menyebabkan 564 orang hilang, dan berdampak pada total 3,2 juta jiwa. ( wa/ar)

Related posts

Tito Karnavian Dorong Pemda Permudah PBG MBR: Akselerasi Program Tiga Juta Rumah dan Dorong Ekonomi

KPK sita barang bukti elektronik dan motor dari rumah Ridwan Kamil

Awarding Duta Trantibum 2023, Wali Kota Eri Jadikan Mereka Agen Perubahan

kornus