Padang,mediakorannusantara.com Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan Markas Besar Kepolisian RI (Bareskrim Polri) telah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan praktik pembalakan liar (illegal logging) yang terjadi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Hal tersebut disampaikan Jenderal bintang tiga itu saat meninjau Posko Ante Mortem milik Polda Sumbar di Rumah Sakit Bhayangkara, Padang, pada Kamis (4/12/2025).
”Bareskrim sudah membentuk tim, nanti akan berkolaborasi dengan Polda Sumbar,” kata Dedi Prasetyo, yang didampingi oleh Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin di Padang.
Ia menerangkan, tim dari Bareskrim bersama dengan Polda setempat akan melakukan pendalaman serta penyelidikan terhadap aktivitas liar yang diduga menjadi salah satu pemicu bencana tersebut.
Praktik penebangan liar ini menjadi sorotan publik setelah bencana banjir bandang melanda Padang beberapa waktu lalu. Saat banjir bandang terjadi, air yang keruh tidak hanya membawa muatan lumpur dan air, tapi juga kayu dan batang pohon.
Wakapolri menegaskan, Kepolisian sebagai aparat penegak hukum tidak tinggal diam dengan informasi tersebut dan telah mengambil tindakan tegas.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga turut menyoroti praktik pembalakan liar ketika berkunjung ke Padang (30/11). Ia menegaskan, setiap aktivitas liar yang dapat merusak alam, lingkungan, dan ekosistem harus diberantas dan ditiadakan.
”Jika ada aktivitas pembalakan atau penambangan liar di wilayah hulu itu semuanya harus ditertibkan, karena dampaknya ke masyarakat luas yang berada di hilir,” jelasnya.
Titiek juga meminta agar izin aktivitas pembalakan atau penambangan di daerah hulu yang terbukti merusak segera dibatalkan. “Dengan curah hujan yang seperti sekarang ini saja dampaknya sudah seperti ini, apalagi jika curah hujan lebih besar,” tutupnya ( wa/ar)
