KORAN NUSANTARA
Headline hukum kriminal Nasional

KPK Endus Permainan SSK Migas Rudi Rubiandini Sejak Lama

Rudi RubiandiniJakarta (KN) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan oprasi tangkap tangan yang diduga terkait praktek suap menyuap. Dari Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini telah berhasil ditangkap satgas KPK, Selasa (13/8/2013) malam di Kediamannya Jl Brawijaya, Jakarta Selatan. Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu ditangkap lantaran diduga menerima uang suap ratusan ribu dollar Amerika terkait pengurusan izin pertambangan Migas dari perusahaan minyak PT Kernel Oil.

Menurut Informasi yang dihimpun, Rabu (14/8/2013), dugaan permainan Rudi telah diendus KPK sejak lama. Dugaan permainainan Migas yang melibatkan Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB itu telah dipantau sejak lama oleh KPK.

Saat menjabat sebagai Deputi Operasi BP Migas pada 2011, PT Kernel Oil sempat meloby Rudi untuk meloloskan izin terkait Migas. Saat itu, dikabarkan sempat terjadi permainan ‘awal’. Namun, kelangsungan permainan tersebut kandas lantaran Rudi Rubiandini ditarik menjadi Wamen ESDM (14/06/12) lalu. Intensitas permainan Rudi saat itu sempat terhenti. Akan tetapi, peluang ‘permainan’ itu kembali terbuka saat Rudi diangkat menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Naasnya, sepak terjang lelaki lulusan sarjana dari Teknik Perminyakan ITB pada tahun 1985 itu berakhir manakala KPK berhasil menangkapnya setelah diduga menerima 400.000 dollar AS dari Simon selaku petinggi PT Kernel Oil.

Juru bicara KPK, Johan Budi SP enggan menjelaskan secara rinci saat disinggung soal pengintaian satgas KPK terhadap Rudi. Menurut Johan, Oprasi Tangkap Tangan yang dilakukan pihaknya berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya praktik suap menyuap. Dari laporan tersebut, KPK kemudian mengembangkannya dengan melakukan penelusuran dan pengintaian, serta penyadapan yang sudah dilakukan sebelum Lebaran. Alhasil, setelah ditemukan waktu bukti dan moment yang tepat, penyidik KPK melakukan penangkapan.

Rudi yang merupakan Doktor Engineer bidang teknik perminyakan pada Technische, Universitaet Clausthal, Jerman itu berhasil ditangkap satgas KPK di rumahnya di Jl Brawijaya VIII nomor 30, Jakarta Selatan. Disinyalir, Rudi ditangkap saat sedang bertransaksi dengan pegawai swasta berinisial “A” (Ardi) dan S (Simon) di rumahnya pada (13/8/2013) pukul 22.30 WIB. “Penangkapan Ini berdasarkan laporan masyarakat,” kata Johan Budi SP di kantornya, Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Johan pun masih enggan membeberkan saat disinggung soal asal usul suap tersebut. Termasuk saat dikonfirmasi ada tidaknya dugaan keterlibatan petinggi di kementrian ESDM yang kini dipimpin oleh Jero Wacik. “Belum tahu, ini masih didalami,” kata Johan Budi.

Yang jelas, sambung Johan, saat ini pihaknya tegah memeriksa enam orang termasuk Rudi yang berhasil diamankan terpisah oleh satgas KPK. Selain Rudi, KPK juga menangkap dua orang satpam dan satu orang sopir yang bekerja untuk Rudi. Dalam waktu 1 x 24 jam, KPK akan menentukan status Rudi, dan beberapa orang lainnya tersebut, apakah akan menjadi tersangka atau tidak. “Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif,” jelas Johan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menduga, total komitmen yang diterima Rudi dari pihak swasta itu sekitar 700.000 dollar AS. Diduga komitmen itu diberikan kepada Rudi dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 300.000 dollar AS selanjutnya 400.000 dollar AS. Penyidik KPK juga menyita uang yang nilainya sekitar 400.000 dollar AS bersamaan dengan penangkapan tersebut.

“Komitmen 700 (ribu dollar AS) itu betul. Ada 400.000 dollar AS diamankan, tapi ada jumlah lain yang sedang dihitung,” ucap Bambang melalui pesan singkat.

Selain uang, menurut Bambang, penyidik mengamankan sebuah motor gede keluaran BMW. Diduga, motor ini merupakan bagian dari suap atau gratifikasi yang diterima Rudi. (red)

 

Foto : Rudi Rubiandini

Related posts

Kemnaker sebut BSU 2022 Paling Lambat disalurkan Awal Pekan Depan

Optimisme Pekerja MPS Brondong Lamongan, Ribuan Pekerja Serukan Khofifah Pasti Menang

kornus

Hadiri RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Emil Paparkan Situasi Fiskal Jatim dalam Kepegawaian dan BUMD

kornus