KORAN NUSANTARA
ekbis indeks

Kebutuhan Pangan Di Jatim Terpenuhi, Pengadaan Beras Bulog Capai 288 Ribu Ton

berasSurabaya (KN) – Sejak awal Januari hingga 10 Juni 2011, pengadaan beras yang dilakukan Divisi Regional Bulog Jatim telah mencapai 288.388 ton. Data jumlah itu diperoleh JNR dari rekapitulasi Bulog hari Jumat (10/6), hingga pukul 09.15. Dari total itu, pengadaan Bulog Jatim masih mampu menyerap sebanyak 217.064 ton dan 67.324 ton sisanya berupa beras komersial yang diserap oleh UPGB (Unit Pengolahan Gabah Beras).

Kepala Divre Bulog Jatim, Murino Mudjono saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (10/6) mengatakan, pengadaan beras hingga pertengahan tahun ini memang belum memenuhi target. Sebelumnya, Bulog pusat menargetkan Divre Jatim mampu menyerap beras selama 2011 sebanyak 1.150.000 ton. Hingga pertengahan tahun ini, idealnya penyerapan bisa mencapai 575.000 ton, namun yang terealisasi masih separuhnya atau sekitar 18 persen dari target 2011.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan penyerapan beras pada petani, seperti menaikkan harga pembelian beras, gabah kering giling (GKG), dan gabah kering panen (GKP),” tuturnya.

Ia menuturkan, upaya menaikkan harga pembelian itu sudah dilakukan sejak 23 Maret lalu. Saat itu, Bulog menaikkan harga beras per kilogram sebesar Rp 200 dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.200. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil maksimal karena naiknya dana pengadaan beras dari Bulog itu juga menaikkan harga penjualan dari petani.

Berselang 10 hari setelahnya, pada 3 April 2011 Bulog menaikkan kembali harga pembelian sebesar Rp 200 atau menjadi Rp 5.400. Nyatanya, upaya itu juga belum mampu meningkatkan jumlah penyerapan Bulog. Dua bulan kemudian pada 9 Juni, Bulog kembali menaikkan harga pembelian beras sebesar Rp 200 hingga menjadi Rp 5.600. Selain itu, untuk GKG juga dinaikkan Rp 175 dari Rp 3.475 menjadi Rp 3.650 per kilogram dan GKP naik sebesar Rp 315 dari Rp 2.685 menjadi Rp 3.000 per kilogram.

Dengan upaya menaikkan harga pembelian, ia berharaop agar penyerapan beras, GKG, dan GKP dari petani bisa lebih meningkat. Artinya, untuk mengejar target 1,15 juta ton tahun ini memang dianggapnya masih sulit. Namun, setidaknya dengan menaikkan harga pembelian diharapkan dapat meningkatkan pengadaan guna memenuhi kebutuhan pangan di Jatim. (ms)

Related posts

Pakde Karwo Dampingi Presiden Tinjau Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Lodoyo Blitar

kornus

Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga : Gubernur Khofifah Minta Pemda dan APRINDO Jaga Rantai Pasok Aman

kornus

Gubernur Khofifah Minta Perusahaan di Jatim Berikan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

kornus