KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Kapolda Perintahkan Seluruh Jajaranya Tingkatkan Pengamanan Seluruh Gereja Di jatim

Surabaya (KN) – Jajaran Polda Jatim langsung mengambil langkah antisipasi untuk mengamankan wilayahnya pasca tragedi bom bunuh diri di Solo. Hal ini dilakukan agar Jatim tidak kecolongan oleh peristiwa serupa.Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mengatakan, pihaknya secara langsung telah memerintahkan seluruh jajaran Polda Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di seluruh gereja di Jawa Timur.

“Kita ingin mengantisipasi dan meminimalisir kejadian serupa agar tak terjadi di Jatim. Sudah saya perintahkan ke seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di gereja-gereja,” kata Irjen Pol Hadiatmoko.

Kapolda menegaskan, peningkatan penjagaan tak hanya dilakukan di gereja-gereja, tapi juga di fasilitas umum lainnya. Polda Jatim mengerahkan pengamanan terbuka dan tertutup, tujuannya agar wilayah Jatim tetap aman dan kondusif. “Wilayah Jatim tidak kita nyatakan siaga karena dekat dengan Solo tapi kita hanya meningkatkan kewaspadaan saja. Kita juga sudah perintahkan kepada aparat kita untuk melakukan razia kendaraan di pintu masuk Jatim,” paparnya.

Polrestabes Perketat Penjagaan Gereja di Surabaya
Setelah Kapolda Jatim perintahkan seluruh jajaran Polda jatim untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan diseluruh gereja yang ada di Jatim, pasca tragedi bom bunuh diri GBIS Kepunton di Jl Arif Rahman Hakim Solo. Polrestabes Surabaya bergerak cepat dan siaga, beberapa gereja besar yang melaksanakan kebaktian pada hari Minggu (25/9), seluruh jemaatnya diperiksa petugas. Dikhawatirkan, aksi brutal itu juga menimpa Surabaya.

Minggu (25/9), petugas Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kasat Sabhara AKBP Iwan Setiawan memerketat penjagaan diseluruh gereja di Surabaya, diantaranya gereja Mawar Sharon Jl Cendana, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Jl Polisi Istimewa, dan gereja Bethani di Nginden Intan, Surabaya. Pemeriksaan terhadap gereja itupun harus dilakukan agar hal negatif jangan sampai terjadi di Surabaya.

Menurut AKBP Iwan Setiawan, penjagaan ini bukannya berlebihan. Ini hanya sebagai tindakan antisipasi atau preventif. “Setelah ada kejadian bom bunuhdiri di gereja solo itu, kita langsung mengerahkan personel ke beberapa gereja. Selama ini, setiap ada kebaktian di gereja, petugas kita selalu melakukan penjagaan. Namun pasca kejadian ini, kita pun harus melakukan pemeriksaan,” ujarnya. (anto)

Foto : Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko

Related posts

Polisi Terus Kembangkan Kasus Mucikari Siswi SMP

kornus

Pemprov Jatim Siapkan Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan 2021

kornus

Pancasila Adalah Jiwa, Kepribadian dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

kornus