Surabaya (KN) – Masyarakat harus berhati-hati karena saat ini banyak produk makanan tidak layak konsumsi beredar di pasaran. Dari sidak yang dilakukan tim gabungan Pemprov Jatim menjelang lebaran ini, sejumlah makanan kadaluarsa masih ditemukan di sejumlah lokasi perdagangan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim, Bawon Adi mengatakan, dari tiga lokasi yang disidak, sedikitnya ada sekitar delapan produk makanan kadaluarsa yang ditemukan. “Ada tiga lokasi yang kami sasar yaitu hypermarket di Royal Plaza, Supermall Pakuwon dan Lenmarc,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/7).
Bawon mengatakan, hampir seluruh produk itu merupakan barang impor dalam bentuk kemasan. “Ada banyak jenis produk mulai dari daging, tahu dan lain-lain. Rata-rata produk kemasan itu ada yang sudah kadaluwarsa,” ungkapnya.
Tidak hanya produk kadaluwarsa, tim gabungan Pemprov Jatim juga menemukan makanan yang kalengnya sudah penyok namun tetap dijual. Adapula makanan haram yang penempatannya dicampur dengan makanan halal. Padahal seharusnya, makanan yang termasuk kategori haram seharusnya dipisah dari yang halal.
Produk yang tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi ini diserahkan ke pihak hypermarket untuk ditarik dari display dan dimusnahkan sendiri.
Menjelang Lebaran ini Pemprov Jatim menggalakan operasi dengan membentuk tim khusus inspeksi untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk-produk makanan yang dijual di pasaran.
Tim gabungan tersebut dari berbagai intansi termasuk BBPOM dan Dinas Perdagangan. Mereka menyisir ke pusat perbelanjaan yang menjual produk makanan. (yok)
Foto Ilustrasi tim gabungan sisak temukan produk makanan kedaluarsa
