Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Meski sebagai partai baru dan belum memiliki kursi di parlemen, posisi Partai Gelora di hajatan Pilkada 2020 ini sangat di perhitungkan. Partai Gelora merupakan Partai baru yang belum memiliki kursi di perlemen ini, tak mau ketinggalan untuk ikut dalam memberikan dukungan pada calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, Khususunya di 19 Kota Kabupaten/kota Jatim yang menyelenggarakan Pilkada.
Ini bisa dilihat dari 19 pilkada di jawa Timur, DPW partai Gelora Jatim hingga Minggu (6/9/2020), telah menyerahkan rekomendasi kepada 14 calon kepala daerah di jawa timur, meliputi Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, Sumenep, Kota blitar, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Mojokerto dan Jember.
Sementara itu, masih ada 5 DPD partai Gelora yang belum menentukan pilihan karena masih proses komunikasi. Salah satunya DPD Partai Gelora Kota Surabaya.
Menurut ketua DPW Partai Gelora Jatim, Muhamad Sirot, pihaknya belum memberikan dukungan kepada Surabaya di pilkada serentak 9 Desember nanti, di karenakan pihaknya masih mempertimbangkan secara matang dukungan terhadap calon walikota surabaya.
Kata Sirot, Kedua calon Walikota Surabaya, Kata Sirot, nyaris memiliki point dan bobot yang sama, baik dari sisi kapasitas maupun kapabilitas. Surabaya kota kedua setelah jakarta dengan APBD terbesar kedua setelah DKI Jakarta, maka Surabaya harus di pimpin oleh walikota yang tepat dan hebat.
Partai Gelora Surabaya kini masih terus melakukan komunikasi dan membangun kesefahaman kepada kedua calon, baik Machfud Arifin maupun Eri Cahyadi, agar pilihan kami kelak tidak salah.
“Kami membawa amanah dari kader dan relawan Gelora Surabaya yang jumlahnya cukup besar. Gelora Surabaya tidak bisa di pandang sebelah mata, karena kami punya kekuatan hingga di akar rumput,” ujarnya.
Sebagai gambaran, lanjut Sirot, jumlah pengurus DPD Gelora Kota Surabaya saja ada 120 orang, belum DPC, ranting hingga TPS. “Alhamdulillah kami sudah memiliki 100 persen kepengurusan DPC, 60 persen ranting dan 3- 5 relawan berbasis TPS- TPS,” urainya.
Saat ditanya apa kriteria umum dukungan Partai Gelora kepada para calon?, politisi sekaligus pendiri pesantren Bisnis ini mengatakan, bahwa Pertimbangan Gelora memilih calon adalah kapasitas kepemimpinan calon, kapabilitas dan komitmen kerakyatan. (KN01)
Foto : Ketua DPW Partai Gelora Jatim Muhamad Sirot saat menyerahkan surat dukungan kepada salah satu calon kepala daerah di Jawa Timur
