
Jakarta, mediakorannusantara.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa efisiensi anggaran serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.
Pemerintah pusat terus mendorong para kepala daerah untuk mengedepankan efisiensi belanja, melakukan inovasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Jadi, kami sering menyemangati para kepala daerah dengan poin-poin efisiensi, inovasi PAD, kemudian PSN yang sebagian kepala daerah menganggap itu rasanya berat, tapi rasanya kalau dikawal sama-sama itu justru bisa mengungkit ekonomi daerah,” kata Bima Arya Sugiarto dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 28 April 2026.
Bima Arya Sugiarto menilai kapasitas fiskal Provinsi Jawa Tengah secara umum tergolong kuat dan menjadi salah satu yang menonjol di tingkat nasional.
Hal tersebut tercermin dari struktur pendapatan daerah dengan porsi PAD mencapai 66,07 persen, sementara transfer dari pemerintah pusat sebesar 33,83 persen.
“Kalau kita lihat bapak-ibu sekalian, kapasitas fiskal di Jawa Tengah ini mantap,” ujarnya.
Meskipun demikian, Bima Arya Sugiarto mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, khususnya bagi daerah yang tingkat kemandirian fiskalnya masih rendah dan masih bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Sejalan dengan hal itu, penting bagi setiap daerah untuk melakukan pengelolaan anggaran yang rasional dan bertanggung jawab, terutama di tengah keterbukaan informasi yang membuat setiap kebijakan publik semakin mudah menjadi sorotan.
“Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal,” ujarnya.
Selain aspek efisiensi, penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program pembangunan juga menjadi hal yang sangat krusial.
Menurut Bima Arya Sugiarto, meskipun tidak selalu mudah, sinergi menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan implementasi program prioritas nasional.
Pemerintah juga mendorong pendekatan pembiayaan yang lebih inovatif untuk mendukung pembangunan daerah melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, efisiensi dan efektivitas belanja, serta optimalisasi pemanfaatan aset.
Dalam konteks tersebut, optimalisasi aset dan inovasi pembiayaan dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendukung pelaksanaan program prioritas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Bima Arya Sugiarto menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, daerah mampu menjadikan program prioritas sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ketika birokrasi dan para pemimpinnya bersinergi, ketika kepala daerah semangat untuk menjadikan program prioritas sebagai pengungkit ekonomi daerah, maka Insyaallah Jawa Tengah akan selalu terdepan,” kata Bima Arya Sugiarto.(wa/ar)
