KORAN NUSANTARA
indeks Nasional

Wakil Ketua DPR: Pangdam V Harus Klarifikasi Pernyataannya

Surabaya (KN) – Wakil ketua DPR-RI, Priyo Budi Santoso mengaku terkejut dan kaget bahkan menyesalkan pernyataan Pangdam V Brawijaya Mayjen Murdjito yang secara terang-terangan menuding bahwa gerakan parade Nusantara telah ditunggangi oleh unsure-unsur yang berkaitan dengan partai terlarang, yakni PKI.“saya terkejut bak disambar petir di siang bolong ketika membaca dan mendengar pernyataan pak Murdjito¬† sebagai Pangdam di beberapa media yang mencoba mengaitkan aksi parade Nusantara dengan unsur-unsur yang berkaitan dengan partai terlarang (PKI), saya minta hal itu segera dicabut dan diluruskan karena dapat mengusik ketentraman sebagian dari bangsa ini, khususnya di Jatim,” tegas Priyo kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (17/12/2011).

Priyo juga menegaskan, bahwa tupoksi TNI adalah soal keamanan, sehingga masalah-yang terkait dengan bahaya laten PKI tetap menjadi tugas Polisi dan Badan intelegen yang telah mendapat tambahan dukungan anggaran untuk melakukan tugasnya.

“Biarkan itu semua menjadi tugas polisi dan intelejen yang telah kami dukung dengan tambahan anggaran agar dapat melakukan tugasnya secara maksimal, jangan malah menimbulkan suasana yang tidak nyaman terhadap siapapun termasuk kelompok parade nusantara, setahu kami beberapa kali aksi kelompok parade nusantara tak sekalipun mereka pernah melakukan tindakan anarkis, mereka hanya menuntut agar UU yang mengatur tentang desa segera di sahkan, itu hal biasa dan memang pemerintah yang lamban menaggapi hal ini, makanya nggak ditanggapi yang berlebihan seperti ucapan pak Pangdam itu” tambahnya.

Justru Priyo menanggapi bahwa aksi parade nusantara adalah wajar, karena ternyata selama anggaran sebesar 82 triliyun diperuntukkan desa hanya tinggal 40 %nya yang sampai ke lokasi sasaran (desa), sedangkan sisanya habis di jalan untuk konsultan, sosialisasi atau hal-hal lain yang sebenarnya tidak perlu ada.

Terkait hal ini, Priyo Budi Santoso sebagai Wakil Ketua DPR-RI telah menegur Panglima TNI agar mengingatkan dan meluruskan pernyataan Pangdam V Brawijaya yang bisa menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan beberapa kelompok bangsa.
“jika ingin menunjukkan loyalitas kepada bangsa dan Negara, tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang kotra produktif seperti itu. Pernyataan Pangdam V itu melebihi takaran,” tandas Priyo.

Namun dirinya juga memberikan apresiasi kepada Pangdam V Brawijaya Mayjen Murdjito jika ternyata telah melakukan langkah yang membantu Polri dan Badan Intelejen untuk berusaha mengantisipasi dan mengendus adanya gerakan-gerakan yang berbau laten PKI. (red)

Foto : Priyo Budi Santoso

Related posts

Anwar Sadad Sebut Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Penting untuk Membuat Kebijakan

kornus

Dewan Berharap Destinasi Wisata di Surabaya Semakin OK

kornus

Polri lakukan langkah kongkrit pastikan keamanan 20 WNI di Myanmar