Gresik (KN) – SPBI mengaku sangat kecewa dengan sikap anggota DPRD Gresik yang secara diam-diam mendatangi manajemen PT Petrokima Gresik pasca demontrasi yang dilakukan oleh massa buruh SPBI beberapa waktu lalu. Menurut SPBI, sebagai wakil rakyat semestinya DPRD bersikap bijak dan berpijak kepada buruh sebagai rakyat. Bukan sebaliknya sluman slumun slamet datang ke pengusaha. “Aksi demo ratusan buruh SPBI yang kami lakukan tujuannya untuk memperjuangkan hak-hak normative buruh, itu hak teman-teman yang selama ini dilanggar oleh pengusaha.” Ujar Agus Hariono, Ketua SPBI Gresik kepada Korannusantara, (Selasa (20/3)
Masih menurut Agus, teman-teman buruh SPBI akan terus berjuang untuk mendapatkan hak normative buruh. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah membangun basis massa yang lebih banyak dari yang ada selama ini buruh 11 perusahaan. “hampir setiap hari ada perwakilan buruh dari perusahaan di Gresik yang datang ke kantor menyatakan minatnya untuk membawa massanya ke gerbong SPBI. Mungkin mereka tahu bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah benar-benar murni memperjuangkan kepentingan buruh.” Sambung Agus.
Sementara, Senin (19/3) kemarin, berlangsung pertemuan antara perwakilan buruh dari beberapa perusahaan di Gresik dengan pihak SKPG (Serikat Karyawan Petrokimia Gresik). Pertemuan ini, menurut Agus, hanya sebagai forum penyampaian uneg-uneg buruh yang hasilnya akan disampaikan ke direktur PT Petrokimia Gresik. (ms)
