KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Setelah DPRD Surabaya Ancam Lepas Gepeng, Pemprov Jatim Kucurkan Bantuan Untuk Liponsos Keputih Rp 1,5 Miliar

Surabaya (KN) – Gubernur Jawa Timur telah memberikan kucuran dana Rp 1,5 miliar untuk membantu gelandangan dan pengemis (gepeng) di Liponsos Keputih Sukolilo Surabaya.Dana ini sudah ditransfer ke kas daerah Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu setelah Komisi D DPRD Surabaya mengancam akan mengeluarkan para gepeng dari tempat penampungan di Liponsos Keputih karena anggaran untuk makan dan minum di Dinas Sosial Surabaya habis.

“Dana tersebut sudah ditrasfer di kas daerah, setelah kami mengancam akan mengeluarkan para gepeng dan anak telantar yang ditampung di Liponsos. Sebab anggaran operasional memang sudah habis bulan ini,” ujar Baktiono, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Senin (10/10).

Para penghuni liponsos Keputih ini memang bukan hanya berasal dari Surabaya saja, tetapi banyak yang dari luar kota di Jatim. Mereka terjaring dalam razia yang digelar rutin oleh Pemkot Surabaya. Para gepeng yang umumnya penderita psikotis ini memang tak bisa serta merta dikembalikan ke daerah asalnya melainkan harus dipulihkan dulu di liponsos.

Selanjutnya Baktiono mengharapkan tanggung jawab Pemprov Jatim untuk ikut menangani para gepeng ini bisa berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Sehingga dengan kepedulian tersebut kasus krisis dana untuk biaya makan dan minum para gepeng tak terulang lagi.

“Setiap tahun para penghuni liponsos ini tidak malah berkurang. Hal ini yang perlu dipikirkan bersama, tidak hanya oleh Pemkot Surabaya tetapi juga oleh Pemprov Jatim,” kata Baktiono.

Selain kepedulian terkait anggaran, Baktiono juga meminta agar Pemprov Jatim juga membangun selter-selter di setiap wilayah seperti malang, Madiun dan Kediri.Sehingga penanganan anak-anak terlantar dan para gepeng ini bisa segera dilakukan dengan cepat di setiap daerah.

Sementara itu dana alokasi untuk makan dan minum para penghuni liponsos tahun 2011 ini dianggarkan sebesar Rp 3,5 miliar, dan dana ini ternyata tak mencukupi untuk jangka waktu satu tahun sehingga harus ditambah. Sedangkan untuk keseluruhan dana operasional di Liponsos Keputih dianggarkan sebesar Rp 26 miliar.

Dana tersebut di luar anggaran untuk kesehatan yang diintervensi oleh RS dr Soewandhie, RS Menur dan juga RS Lawang, Malang. (anto)

Foto: Liponsos Keputih Surabaya

Related posts

Mendikbud Larang Sekolah Angkat Guru Honorer

redaksi

Personel Kodim Tipe A 0831/ST Ikuti Penyuluhan Kesehatan “Penyakit Degeneratif”

kornus

Kebun Binatang Surabaya Resmi Kantongi Izin Lembaga Konservasi

kornus