
Jakarta, mediakorannusantara.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana untuk menambah pusat-pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba di berbagai daerah di Indonesia. Penambahan ini bertujuan agar daerah yang belum memiliki fasilitas rehabilitasi dapat segera melengkapi tempat untuk merawat dan mengobati para pengguna narkoba.
”Saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi. Ada beberapa kabupaten yang belum punya, kita harus segera lengkapi,” kata Presiden Prabowo kepada wartawan setelah acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Periode Oktober 2024-2025 di Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa orang tua, guru-guru di sekolah, masyarakat di lingkungan seperti ketua RT, dan kepala desa, semuanya harus bekerja keras ikut berperang melawan narkoba.
”Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera semua ini. Orang tua, jangan biarkan anaknya nanti rusak, hancur anaknya tidak ada masa depan. Begitu ada indikasi, lapor!” ujar Presiden.
Prabowo melanjutkan, perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Ini kerja seluruh bangsa. Jangan hanya mengandalkan satu lembaga, dua lembaga, tidak bisa! Kita semuanya harus bekerja sama, karena ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Pemusnahan Barang Bukti dan Permintaan Hadir di Pengungkapan Pabrik Narkoba
Selanjutnya, Presiden juga menyatakan telah meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo agar dirinya dapat hadir manakala ada acara pengungkapan kasus pabrik narkoba.
”Tadi saya sampaikan ke Kapolri, kalau ada indikasi, pabrik mau di-[ungkap], saya ingin hadir juga pada saat itu, untuk memberi penekanan bahwa ini usaha kita semua,” kata Presiden.
Presiden Prabowo menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton yang nilainya mencapai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, Rabu. Sebelumnya, Presiden menyebut 214 ton narkoba yang disita Polri ini bisa merusak 629 juta jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden secara simbolis memusnahkan dua paket bungkusan narkoba ke dalam mesin pemusnah, disaksikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba dengan total 65.572 tersangka. Selain penegakan hukum, Polri juga telah melaksanakan 1.898 program rehabilitasi bagi penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan restorative justice. ( wa/ar)
