
Jakarta,mediakorannusantar.com – Tim Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT PLN (Persero), berhasil mencegah kerugian senilai Rp3,18 miliar yang dapat terjadi akibat pemadaman listrik di Bali.
Hal tersebut diungkapkan Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Made Suamba, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/6/2022).
“Saving atau penyelamatan kerugian ini berasal dari kontribusi tim PDKB dalam menekan pemadaman, sehingga pelayanan tidak mengalami kendala karena listrik dapat tersalurkan dengan andal meskipun pemeliharaan sedang berlangsung,” kata Suamba.
Suamba menyampaikan nilai kerugian yang berhasil diselamatkan itu merupakan catatan sejak awal tahun sampai April 2022.
Menurut Suamba, keberadaan Tim PDKB PLN, yang dibentuk sejak 1999, punya peran penting dalam operasional perusahaan.
Alasannya, tim itu bertugas melakukan pemeliharaan yang bersentuhan langsung dengan jaringan listrik, di antaranya pemeliharaan, perbaikan dan penggantian isolator, konduktor, serta komponen listrik lainnya.
Misi utama anggota PDKB, yang merupakan tim elite PLN, memastikan pemeliharaan berlangsung tanpa pemadaman.
“Saat ini PLN UID Bali memiliki 10 Tim PDKB yang berada di masing-masing PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan yaitu Bali Selatan, Bali Utara, dan Bali Timur dengan total keseluruhan personel sebanyak 76 orang,” kata Suamba.
Suamba menegaskan keberadaan Tim PDKB makin penting mengingat saat ini perekonomian di Bali, khususnya pariwisata mulai kembali tumbuh setelah sempat tiarap selama kurang lebih 2 tahun akibat pandemi COVID-19.
“Kini pariwisata Bali perlahan mulai pulih. Penyelenggaraan acara nasional maupun internasional memenuhi jadwal kegiatan di Bali. Kebutuhan atas keandalan listrik yang mumpuni menjadi perhatian khusus PLN, berimbas pada kegiatan pemeliharaan yang diupayakan tanpa padam,” kata Suamba.
Suamba menyampaikan PLN selalu berupaya meningkatkan keahlian Tim PDKB dalam memelihara jaringan listrik.
“Tim ini selalu melakukan upgrading skill (peningkatan kemampuan) melalui berbagai sertifikasi demi meningkatkan skill dan kompetensi bekerja dalam keadaan bertegangan, baik dengan metode berjarak maupun metode sentuh langsung, serta skill khusus bekerja di ketinggian,” kata Suamba.
Menurutnya, Tim PDKB melakukan pekerjaan berbahaya yang mempertaruhkan nyawa sehingga penerapan K3 (keamanan, keselamatan, dan kesehatan) wajib selalu diterapkan.
“K3 adalah hal mutlak yang dipahami tiap personel karena yang kami inginkan masing-masing personel dapat menyelesaikan pekerjaan dengan zero accident (tanpa kecelakaan),” katanya. Sejak awal tahun sampai awal Juni 2022, Tim PDKB PLN mampu bekerja tanpa insiden kecelakaan kerja. (wan/inf)
