Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji didampingi Ketua DPD Golkar Jatim, Ali Mufthi, usai melantik pengurus DPD Partai Golkar Jatim di kantor DPD Golkar, Jumat (25/7/2025).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M Sarmuji resmi melantik jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur periode 2025–2030 di kantor DPD Partai Golkar Jatim Jl A Yani Surabaya, Jumat (26/7/2025). Di bawah kepemimpinan Ali Mufthi, harapan besar kembali dipasang tinggi, bukan hanya untuk mempertahankan capaian masa lalu, tetapi melampauinya.
Sarmuji, yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jatim periode 2020–2025 menyampaikan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya, sekaligus menitipkan harapan besar kepada penerusnya.
“Saya ke Jatim ini rasanya seperti pulang ke rumah sendiri. Saya percaya pengurus Golkar Jatim yang sekarang bisa lebih baik dari saya. Mereka bisa membawa Golkar lebih maju dan menutup kekurangan yang dulu pernah ada,” ujar Sarmuji disambut tepuk tangan kader yang hadir.
Sarmuji tak segan mengungkap hasil kerja politiknya selama lima tahun memimpin partai beringin di Bumi Majapahit. Di Pemilu 2024, Golkar Jatim berhasil menambah dua kursi di DPR RI dari semula 11 menjadi 13 kursi. Kenaikan juga terjadi di tingkat DPRD Provinsi, dari 13 kursi menjadi 15. Sementara di DPRD kabupaten/kota se-Jatim, Golkar mencatat tambahan akumulatif 30 kursi.
Namun, bagi Sarmuji, angka itu belumlah cukup. Ia berharap di bawah komando Ali Mufthi, perolehan kursi dapat melonjak lebih tinggi.
“Saya yakin bisa naik jadi 17 kursi di DPRD Jatim. Syaratnya, DPD Golkar harus memetakan ulang daerah-daerah yang berpotensi menghasilkan kursi, seperti di Madiun dan Banyuwangi. Nanti akan kita hitung berdasar peta statis dan dinamis, baik untuk DPR RI, provinsi, maupun kabupaten/kota,” papar anggota DPR RI dari Dapil VI Jatim itu.
Namun, ia juga tak menutup mata pada tantangan besar yang dihadapi. Sarmuji menyebut bahwa secara genealogis, Jawa Timur bukanlah wilayah basis tradisional Partai Golkar. Basis kuat partai beringin selama ini berada di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.
“Karena itu, pengurus Golkar Jatim yang baru harus lebih solid dan inovatif. Kita menghadapi zaman baru, tantangannya juga baru. Maka, tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara lama,” kata Sarmuji.
Menurut Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini Jatim bukanlah basis suara partai Beringin. Oleh sebab itu, tugas pengurus Golkar Jatim yang baru sangat berat.
“Berdasarkan geneologi politik, Jatim ini sebenarnya bukan basis utama Golkar. Basis utama Kalsel, Sulsel, Sumatra, Kaltim, dan Jabar.bSaya minta pengurus Golkar Jatim harus solid di bawah komando Mas Ali Mufthi. Prestasi Golkar kemarin karena seluruh komponen bergerak bahu membahu. Kita hadapi zaman baru, harus dijawab dengan cara baru jangan dengan cara lama,” tegasnya.
Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jatim yang baru, Ali Mufthi, menunjukkan optimisme tinggi menghadapi amanat lima tahun ke depan. Didampingi Sekretaris DPD Blegur Prijanggono, Ali menyatakan bahwa susunan kepengurusan kali ini dirancang inklusif dan representatif terhadap berbagai lapisan masyarakat di Jawa Timur.
“Di Golkar hari ini ada tokoh NU, Muhammadiyah, pengusaha, kepala daerah, hingga tokoh muda. Semua segmentasi sosial masyarakat kami akomodasi,” kata Ali Mufthi.
Salah satu tokoh kepala daerah yang masuk dalam jajaran pengurus adalah Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Keberadaan kepala daerah aktif dinilai penting untuk menguatkan sinergi antara struktur partai dan kekuasaan pemerintahan di daerah.
Menurut Ali Mufthi, strategi ke depan bukan sekadar memperluas jaringan, melainkan juga memperkuat akar partai di masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya kehadiran Golkar dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi warga Jatim.
“Kami yakin dengan kerja keras, Golkar akan makin besar dan dipercaya masyarakat. Kami ingin Golkar benar-benar hadir dan melayani seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. (KN01)
