KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pemkot Minta Bangunan Rumah Di Bibir Sungai Greges Segera Dibongkar

Surabaya (KN) – Pemkot Surabaya minta semua bangunan yang berdiri di atas bibir sungai Greges segera dibongkar. Hal ini untuk mencegah terulangnya bangunan roboh di kawasan itu.Hal ini dikatakan Eko Harianto, Kepala Dinas Sosial Pemkot Surabaya, saat melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di pinggir sungai Greges. Sosialisasi ini dilakukan di sela sela pemberian bantuan kepada warga, Senin (3/10).

“Semua bangunan yang sudah terlanjur roboh maupun yang masih berdiri diminta untuk segera dibersihkan. Sebab lahan stren sungai harus bebas dari bangunan selebar 2,5 meter,” kata Eko. Hal ini untuk mencegah jangan sampai bangunan rumah lainnya ikut roboh.

Sementara itu Dinas Sosial Jatim bersama pasukan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jatim menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang telah didistribusikan, yakni berupa sarden 240 kaleng, kecap 120 botol, sambal 120 botol, minyak goreng 40 botol, peralatan makan keluarga 40 paket, family kit 40 paket, makanan siap saji atau biscuit kabin 40 paket, sarung 40 potong, kaos kerah 40 potong, daster 40 potong, selimut bergaris 40 potong, matras besar 40 lembar, wajan 40 buah, panci serba guna 40 buah, sodet 40 buah, centong nasi 40 buah dan rantang susun dua sebanyak 40 buah.

Agar keluhan dan penanganan korban bisa segera dilakukan, relawan juga telah selesai mendirikan tenda posko sebagai tempat pengungsian. Posko tersebut juga berfungsi sebagai dapur umum, serta tempat koordinasi kegiatan evakuasi selanjutnya.

Sebab kondisi rumah lainnya saat ini diketahui banyak yang retak retak. Ini cukup mengkhawatirkan jika tak segera diambil tindakan antisipasi oleh pihak terkait termasuk kesadaran para pemilik bangunan itu sendiri.

Tim Satlak Kota Surabaya saat ini juga telah menyediakan tujuh ponten umum. Pendirian ponten itu lantaran sebagian besar rumah penduduk yang mengalami longsor merupakan bagian bangunan belakang, yakni dapur dan MCK.

 

Pemkot sebenarnya telah menyediakan mobil MCK keliling. Namun karena kendaraan tersebut tak dapat masuk ke jalanan perkampungan. Sehingga pemkot memilih menggunakan ponten umum yang ada.

Sampai saat ini tercatat tercatat 60 warga yang rumahnya roboh. Rumah tersebut berada diwilayah dua RT, yaitu di RT 9 dan RT 19 Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, dan kejadian ini sejak sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (30/9) dini hari.

Di RT 9, ada delapan rumah rusak dibagian belakang (11 keluarga/48 jiwa), kemudian di RT 19 ada dua rumah rusak bagian belakang (3 keluarga/12 jiwa), dan rumah yang retak-retak di RT 19 ada 28 rumah retak-retak (27 keluarga/132 Jiwa).

Penyebab ambronya rumah warga itu adalah karena adanya pengerukan Sungai Greges yang terlalu dalam. Dari pendataan Bakesbang Linmas di lokasi, 28 rumah yang terancam longsor berada di RT 19, dan dihuni 27 KK terdiri dari 132 jiwa. (sus)

Related posts

Kue Rangin Yang Nyaris Hilang Terbawa Angin

kornus

Lettu Moch Aly, Dari Pemegang Rekor Nasional Hingga Keliling di 12 Negara

kornus

Mulai November Tarif Tiket KA Ekonomi Berganti Tarif

kornus