KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pembangunan MERR II C Amburadul Jadi Biang Kemacetan

Surabaya (KN) – Pembangunan jalan Middle East Ring Road (MERR) II C yang tersisa dari pembangunan tahun 2011 yang terputus di kawasan Wisma Kedungasem Indah, Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut dipertanyakan warga. Sebab jalan yang belum teraspal sekitar 250 meter itu diuruk pasir batu (sirtu), anehnya posisinya lebih tinggi 1 meter lebih dari ruas yang telah jadi di sisi barat. Walhasil, selain memicu kemacetan lebih parah di setiap pagi pukul 06.00 – 09.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00-19.00 WiB, serta bahaya mengancam pengendara karena urukan potensi longsor dan berpotensi menimbulkan banjir saat hujan.

“Warga dibuat susah, masak tinggi rencana jalan MERR IIC itu lebih dari 1 meter. Kan membuat warga bisa njungkel (terpeleset,Red). Apalagi, urukannya masih berupa urukan sirtu, belum diadakan pengaspalan,” ungkap warga Wisma Kedung Asem Indah yang tak mau disebutkan namanya, Senin (16/7).

Menurutnya, selain membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan, pengurukan jalan MERR IIC yang lebih tinggi dari jalan kapung itu juga membuat warga tidak nyaman. Ancaman lain atas kondisi tersebut warga yang tinggal di sekitar jalan MERR IIC adalah banjir saat hujan. Warga di sana terancam kebanjiran saat musim hujan nanti. “Banjir menjadi ancaman yang menakutkan warga kami, karena rumah kami bisa tenggelam 1 meter,” ungkap warha lainya.

Selain itu, pelaksanaan pekerjaan MERR II C 2011 di kawasan Wisma Kedung Asem Indah,buradul dan ditengarai ada penyimpangan. Proyek jalan MERR yang melintasi RW 9 Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut itu tidak dikerjakan secara tuntas dan diduga menyimpang dari spesifikasi teknik. Jalan yang baru diuji coba untuk dioperasikan pada januari 2012 itu kini kondsinya sudak banyak yang berlubang dan retak sepanjang sekitar 200 meter.

“banyak aspal yang lubang dan retaknya jalan MERR II C yang baru sekitar enam bulan dibuka untuk umum itu menguatkan dugaan bahwa proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknik,” kata warga tersebut.

Proyek MERR II C 2011 senilai puluhan miliar itu masih mesisakan pekerjaan saluran yang kini masih mangkrak karena tidak dikerjakan sampai tuntas.

Sementara Agus Santoso anggota komisi C DPRD Surabaya mengatakan, memang pembangunan jalan MERR IIC yang lebih tinggi dari jalan pemukiman membuat warga di sekitarnya mengeluh. Selain jiwanya terancam, kampungnya juga bisa tenggelam saat musim hujan nanti.

Agus juga meminta pihak BBPJN V segera menuntaskan pekerjaan saluran dan trotoar yang masih mangkrak di kawasan Wisma Kedung Asem Indah RW 9, akibat tidak tuntasnya pembangunan MEER II C 2011 sebelumnya.  (red)

Related posts

Gubernur Khofifah Lepas 16 KK Calon Transmigran Asal Jatim Tahun 2025

kornus

DPRD Jatim Minta Pemerintah Tak Naikkan Lagi Tarif Listrik

kornus

Wonokromo Jadi Pilot Project Wilayah Bebas Limbah Popok dan Pembalut Sekali Pakai

kornus