Surabaya (KN) – Derita pedagang Pasar Turi nampaknya semakin parah dan tak ada kepastian kapan bisa berakhir. Sampai saat ini masih saja ada pedagang yang belum bisa memiliki stan di Pasar Turi baru yang bakal dibangun. Sebab, pedagang tersebut tak mampu membayar uang pendaftarannya sebesar Rp5 juta. Mereka pun ramai-ramai mendatangi kantor Walikota, Rabu (19/9).
Sayang, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tak berada di tempat karena masih berada di Malaysia. Yang menarik, dalam aksi demo kali ini, pedagang didukung tokoh perburuhan nasional, Mochtar Pakpahan.
Dari data yang ada, masih ada 400 pedagang Pasar Turi tahap I, II dan IV pasca kebakaran 2007 lalu yang nasibnya terkatung-katung. Mereka belum bisa mendapatkan stan lantaran tak kuat membayar uang pendaftaran. Begitu juga dengan janji pemkot yang akan membantu pedagang, belum terwujud sama sekali.
Koordinator pedagang, H Sahli dengan tegas menuding kalau Walikota pembohong hanya membual dan mengumbar janji saja. Karena itu kedatangan pedagang untuk menagih janji itu.
“Itu hanya janji, sama sekali tak ada bantuan untuk pedagang,” ujar H Sahli yang kecewa tak bisa bertemu Walikota Surabaya perempuan itu, namun hanya ditemui Asisten III Sekkota M Taswin.
Karena itu, pedagang berjanji akan membawa massa lebih banyak lagi untuk menuntut janji Pemkot atau Walikota.
Dalam aksi itu, kehadiran Mochtar Pakpahan sangat membantu moril pedagang. Mochtar mengatakan, Pemkot Surabaya harus segera memenuhi janjinya karena hal itu menyangkut nasib pedagang korban terbakarnya Pasar Turi tahap I, II dan IV tahun 2007. (anto/Jack)
Foto : Mochtar Pakpahan ditengah aksi demo pedagang Pasar Turi
