Jakarta,mediakorannusantara.com Konsorsium Pesisir, Kelautan dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) menjalin kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPK KKP) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya melalui pengembangan usaha garam rakyat.
Ketua KPKP PTMA, Endang Rudiatin, berharap kolaborasi ini dapat mempercepat agenda hilirisasi usaha garam, yang memungkinkan nelayan lebih mandiri dalam mengelola aset laut dan pesisir mereka. “Yang paling utama, kami Insyaallah berusaha agar usaha garam rakyat dapat bermunculan setiap tahun,” ujar Endang Rudiatin di Jakarta, Jumat.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang telah ditandatangani pada Maret 2025.
Fokus Aksi dan Target
Kerja sama yang disepakati oleh Ketua KPKP PTMA Endang Rudiatin dan Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara ini mencakup beberapa bidang utama:
- Pengembangan Usaha Garam di lokasi sentra ekonomi garam rakyat (SEGAR).
- Pengelolaan Sampah Laut.
- Rehabilitasi dan Restorasi Ekosistem Pesisir serta pengelolaan karbon biru.
Rencana aksi selama lima tahun ke depan mencakup identifikasi potensi lahan garam, sertifikasi petambak garam, pendampingan UMKM pengelola sampah plastik laut, serta pelaksanaan pembibitan dan penanaman mangrove.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan bertepatan dengan Rakernis DJPK KKP bertema “Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera” di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Kamis (4/12). Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang turut hadir, sebelumnya telah menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya pelestarian ekosistem laut.( wa/ar)
