
Tarakan, mediakorannusantara.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak berharap jamaah calon haji usia lanjut (lansia) untuk fokus pada ibadah-ibadah inti dan tidak terlalu memaksakan diri agar tak menguras tenaga.
Harapan tersebut disampaikan pada hari Senin, 4 Mei 2026, saat Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi persiapan keberangkatan jamaah calon haji Provinsi Kalimantan Utara di Bandara Internasional Juwata Tarakan.
Wamenhaj menjelaskan bahwa jamaah lansia jangan terlalu memaksakan kegiatan ibadah karena sebagian besar rangkaian haji sangat bergantung pada kondisi fisik.
“Yang penting mereka jangan terlalu memaksakan kegiatan ibadah, karena 95 persen ibadah haji adalah kegiatan fisik,” ujarnya saat diwawancara terkait jamaah calon haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan bahwa karena mayoritas kegiatan bersifat fisik, maka hal tersebut tentu akan banyak menguras tenaga para jamaah di lapangan.
Oleh karena itu, ia kembali berpesan dengan sangat kepada jamaah calon haji yang sudah berusia lanjut untuk memprioritaskan hal-hal yang bersifat rukun dan wajib.
“Mereka harus fokus saja pada ibadah-ibadah inti dan tidak memaksakan diri,” kata Dahnil menegaskan kembali poin utamanya.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga telah memberikan peringatan keras kepada seluruh petugas haji, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Peringatan tersebut bertujuan agar petugas tidak mengajak jamaah untuk melakukan tur keliling kota serta melaksanakan ibadah umrah secara berulang-ulang yang berisiko melemahkan fisik.
“Kami juga memperingatkan KBIHU supaya pemimpin rombongannya tidak melakukan itu. Kalau mereka melakukan itu kami akan peringatkan,” katanya.
Langkah tegas ini diambil karena Kemenhaj telah mengidentifikasi adanya beberapa KBIHU yang melanggar ketentuan dengan membuat program tambahan yang tidak perlu.
Kemenhaj bahkan memberikan ancaman pencabutan izin bagi KBIHU yang tetap memaksa jamaah melakukan tur keliling kota dan umrah berkali-kali karena dianggap menjadikan jamaah sebagai komoditas.
“Kami ingin, berhenti menjadikan jamaah itu sebagai komoditas,” tegas Dahnil menutup pernyataannya pada Senin tersebut.(wa/ar)
