Surabaya (KN) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengajak masyarakat untuk beralih mengonsumsi makanan sehat dan aman melalui Deklarasi Generasi Sehat-Cerdas dengan Makanan Baik. Deklarasi rencananya akan dilaksanakan di Graha Kadin Jatim di Surabaya pada hari Jumat (15/11/2013).Direktur Business Development Center Kadin Jatim, Nelson Sembiring, mengatakan Langkah ini dilakukan, mengingat banyaknya makanan tidak sehat yang beredar luas di pasaran. Data yang diperoleh BDC Kadin Jatim menunjukkan, dari banyaknya makanan yang beredar, hampir 90 persen makanan yang dijual bebas adalah makanan tidak aman dan akan berdampak negatif terhadap kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa.
“Untuk itu, Kadin Jatim berkomitmen melakukan penyadaran terhadap masyarakat atas pentingnya mengonsumsi makanan aman. Kadin juga berkeinginan menfasilitasi dan menumbuhkan industri makanan yang sehat sehingga masyarakat bisa mendapatkan alternatif jenis makanan yang bisa dikonsumsi,” ujar Direktur BDC Kadin Jatim, Nelson Sembiring di Graha Kadin Jatim Surabaya, Rabu (13/11/2013).
Ahli Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Bambang Wirjatmadi mengatakan, makanan tidak aman telah mengancam keberadaan masyarakat Indonesia, khususnya untuk kalangan menengah bawah. Karena sejauh ini kesadaran akan pentingnya makanan yang aman masih ditataran masyarakat kalangan menengah atas. Sementara masyarakat bawah masih sangat rendah.
“Tidak hanya dari sumber atau jenis bahan makanannya, tetapi juga dari banyak tambahan makanan yang orang awam tidak tahu dan itu sangat berhabaya, seperti borax, pewarna dan lain sebagainya. Dan makanan tidak aman ini justru banyak beredar di warung atau tempat makan yang disediakan untuk golongan usia muda, mulai TK, SD dan SMP. Ini yang menjadi keprihatinan kami. Untuk itu saya berusaha agar orang sehat dengan pola makan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman serta halal menurut agama dan keyakinan masing-masing,” terangnya.
Sementara itu, Inisiator Deklarasi Generasi Sehat-Cerdas dengan Makanan Baik dari Kadin Jatim yang juga menjadi Pendiri Lembaga Klarifikasi Makanan Aman, Puguh Iryantoro menyatakan, gerakan ini memiliki dua visi. Pertama adalah isu ketahanan pangan atau food security dan isu keamanan pangan atau food safety. Isu pertama dihembuskan mengingat nilai impor bahan makanan, khususnya tepung terigu Indonesia cukup tinggi.
“Indonesia itu kaya raya, sumber alam sangat beragam. Tetapi realisanya Indonesia menjadi tiga negara terbesar pengimpor tepung terigu di dunia. Per tahun, Indonesia impor sekitar 7 miliar kilogram tepung terigu per tahun dengan nilai Rp34 triliun. Padahal ada jenis bahan makanan lokal yang bisa digunakan sebagai substitusi dari tepung terigu, yaitu tepung casafah terfermentasi yang biasa dikenal dengan sebutan tepung Moca,” ujar Puguh.
Di Indonesi produksi ubi kayu atau singkong bisa mencapai 22 miliar kilogram hingga 24 miliar kilogram per tahun. Jika dikonfersi menjadi tepung akan menghasilkan sekitar 6,5 hingga 7 miliar kilogram tepung casafah, setara dengan besaran kebutuhan impor tepung terigu Indonesia dari Amerika. (ovi)
