KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Hankam Headline

KemenHAM Kecam Keras Aksi Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya dan Desak Usut Tuntas

 

Juru Bicara Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Thomas Harming SuwartaJakarta, mediakorannusantara.com-Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia meminta penembakan tiga warga sipil yang merupakan Aparatur Sipil Negara Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diusut tuntas dan pelakunya dihukum.

 

Juru Bicara Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Thomas Harming Suwarta mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia.

Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini.

Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua.

Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum, kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penembakan tersebut terjadi pada Rabu (9/9) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Ketiga korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Thomas mengatakan Kementerian Hak Asasi Manusia tidak memiliki kompetensi untuk menilai narasi yang beredar dari kelompok tersebut yang menyebut korban merupakan agen intelijen.

Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok tersebut, tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua.

Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan, ujar Thomas.

Kementerian Hak Asasi Manusia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Papua menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil, serta meminta para pihak untuk sama-sama menahan diri, kata Thomas.

Kementerian Hak Asasi Manusia menegaskan keselamatan dan penghormatan terhadap hak warga sipil harus menjadi perhatian bersama dalam setiap situasi kekerasan.

Kementerian tersebut mendorong seluruh pihak mengutamakan langkah yang dapat menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Selain itu, penyelesaian persoalan perlu ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani mengatakan hasil penyelidikan sementara menduga pelaku penembakan berasal dari kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama.

Namun, aparat masih mendalami identitas pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut.

Penembakan terjadi saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Rabu (9/9).

Saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga Aparatur Sipil Negara menjadi korban penembakan.

Ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Satu dari tiga jenazah korban, yakni Willi Mbuik, telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Yusuf, jenazah Willi dijadwalkan tiba di Kupang melalui Jakarta pada Jumat (11/9).

( wa/an)

Related posts

Kemendikdasmen Siapkan Rujukan MPLS Ramah untuk SLB

Satpol PP Surabaya Kerahkan 750 Personel, Jaga Keamanan Malam Pergantian Tahun 2024/2025

kornus

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Smelter Hasil Rampasan Kasus Tambang Ilegal