KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Hari Jadi Kota Surabaya Dikado Proyek Jalur Sepeda Asal-Asalan Yang Batal Diresmikan

Surabaya (KN) – Jalur khusus sepeda angin atau pancal yang digembar gemborkan Dinas perhubungan akan diresmikan pada puncak peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) Surabaya ke-719 yang jatuh pada 31 Mei, ternyata batal diresmikan. Padahal sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyatakan, selesai maupun tidak selesai jalur sepeda ini akan tetap diresmikan pada hari ulang tahun Surabaya yang jatuh pada Kamis (31/5) ini.

Kabar terbaru, rencana peresmian jalur sepeda pancal itu belum mendapatkan restu dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Informasi yang berkembang batalnya peresmian jalur khusus sepeda ini karena DPRD Surabaya sewot terhadap pembangunan jalur sepeda senilai Rp 1 miliar lebih itu yang dibangun asal-asalan,

Terkait dengan ini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Eddi, yang sebelumnya mengatakan, pembangunan jalur sepeda ini dikebut dan selesai maupun tidak selesai akan tetap diresmikan pada hari ulang tahun Surabaya tidak bisa dihubungi. Saat dihubungi melalaui telepon selulernya ada nada sambung, tapi tidak diangkat.

Terkait dengan ini ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim mengatakan, pembangunan jalur khusus sepeda pancal ini sudah sering disampaikan kepada komisinya. Intinya, komisi C setuju saja. Namun, menurutnya, pembanguannnya jangan setengah hati. Artinya, pembangunannya jangan asal-asalan.

“Kalau sudah ada program dan ada uangnya, ya, membangunan jangan asal-asalan. Kami minta bangunlah area bersepeda pancal itu dengan sungguh-sungguh. Sehingga yang memakai pun bisa menikmati dengan enak,” ujarnya.

Menurutnya, pembuatan jalur sepeda pancal ini harus bagus dan tidak mudah diterjang kendaraan bermotor sehingga keselamatan jiwa pengendara sepeda pancal bisa terjamin. Sehingga, sekalipun tidak selesai tepat 31 Mei ini tidak masalah, asalkan hasilnya benar-benar bagus dan bermanfaat bagi penggemar sepeda pancal.  Dengan demikian jalur ini bisa dimanfaatkan warga kota dengan baik.

Jalur khusus sepeda yang dibuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya kembali dipersoalkan anggota Komisi C DPRD Surabaya. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran Rp 1,5 miliar tersebut baru seminggu dikerjakan sudah mulai luntur. Dimana banyak cat yang melapisi aspal jalan sebagai penguat keberadaan jalur sepeda sudah luntur dan mengelupas.

“Yang saya tahu cat yang menjadi penguat jalur sepeda sudah banyak yang mulai pudar. Salah satunya di ruas Jl Gubernur Suryo. Bahkan ada yang nyaris hilang,” kata Reni, kamis (31/5).

Di hadapan para wartawan, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tidak menyoal besaran nilai jika dibandingkan hasil proyek yang ada. Lebih dari itu, dirinya mempertanyakan kinerja rekanan kontraktor pelaksanan dan konsultan pengawas yang dinilain kurang optimal.

“Jika jalur sepeda kualitasnya kurang bagus, konsultan pengawas yang harus ditanya pertamakali. Selanjutnya Dinas Perhubungan karena instansi ini bertugas mengevaluasi kinerja pelaksana maupun konsultan pengawas,” cetusnya.

Menurut Reni, dalam pengerjaan proyek sepanjang 8,9 kilo meter tersebut, dari awal memang telah mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satunya terkait konstruksi penunjuk jalur sepeda yang kurang sedap dipandang mata. “mulai dari gambar sepeda yang ada, hingga tulisanya juga sangat tidak berkualitas,’kritik politisi yang biasa mengenakan jilbab ini.

Oleh karena itu, Reni minta Dishub bisa menekan kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, proyek selalu memiliki masa pemeliharaan. “Dinas Perhubungan harus menuntut kontraktor pelaksana melakukan perbaikan. Biar bagaimanapun proyek itu memiliki masa perawatan,” tandasnya.

Rencana pembuatan jalur sepeda yang meliputi lajur Jl Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Basuki Rahmat-Gubernur Suryo-Panglima Sudirman-Urip Sumoharjo dan kembali ke Jl Raya Darmo itu memnag dari awal mendapat kritikan dari Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini.

Anggota Komisi C Agus Sudarsono juga setuju jika jalur sepeda dievaluasi. Selain akan menambah kemacetan, proyek pembuatan jalur khusus sepeda itu dinilainya sangat tidak layak karena anggarannya miliaran tetapi pekerjaanya asal-asalan. (red)

Related posts

Armed 12/Kostrad Gelar Uji Terampil Perorangan Jabatan

kornus

Prabowo-Gibran Peroleh Suara 65,19 Persen di Jatim, Gus Fawait Sebut Kemenangan Ini Luar Biasa

kornus

Korem 084/Bhaskara Jaya Naik Status

kornus