KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

GPNU Puji Ketegasan PWNU Jatim Soal Pilgub

Surabaya (KN) – Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama (GPNU) memuji sikap tegas PW NU Jatim yang menyatakan NU tak akan terpengaruh secara organisatoris dengan partai politik dalam Pilgub Jatim.

Sikap PW NU Jatim yang juga mengingatkan NU bukanlah di atas partai dan bukan koordinator partai karena perannya beda dengan parpol, serta tetap menghimbau warga NU agar tak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi adalah sikap yang selama ini dinanti-nantikan oleh warga nahdliyin.

“Kami senang mendengar sikap tegas yang disampaikan oleh Humas PW NU Jatim dan kami sangat menantikan pernyataan itu demi menjaga NU dari kepentingan politik sesaat,” kata M Khoirul Rijal, Ketua GPNU, Kamis (3/1).

Dikatakannya, NU sejak awal memang menganut politik kebangsaan, keumatan, dan keagamaan, bukan politik kekuasaan (politik praktis). Kalau sejarah mencatat NU pernah menjadi Partai Politik, itu adalah kenangan masa lalu. Namun kini NU tengah konsen menjalankan politik kebangsaan yang lebih memberikan kemaslahatan pada jam’iyah, bukan politik kekuasaan yang bersifat sesaat.

Sebagai organisasi keagamaan yang besar, NU memikul juga tanggung jawab sosial yang sangat besar, yaitu bagaimana mendidik dan membina warganya dengan semangat pengabdian, kesetiakawanan yang tinggi dan rasa saling percaya berdasarkan akhlak yang mulia. Untuk menjaga keutuhan dan kualitas umat ini tidak mudah karena akan selalu menghadapi situasi sosial dan kondisi politik yang sangat berbeda bahkan bertentangan.

Sikap politik NU bukanlah muncul karena will to power (ambisi kekuasaan) melainkan suatu bagian integral dari tanggung jawab sosialnya. Prinsip Tashorruful imam ala ra’iyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin terhadap rakyat adalah untuk menciptakan kemaslahatan umat) adalah sesuatu yang selamanya akan menjadi pegangan NU.

Dalam politik kebangsaan dan kenegaraan, NU akan selalu ikut terlibat, karena ini bukan soal perebutan kekuasaan, melainkan untuk menyelamatkan bangsa dan Negara. Inilah yang disebut dengan politik kebangsaan.

Apalagi ketika partai politik yang ada cenderung hanya untuk mengejar kekuasaan, tanpa mempedulikan keutuhan bangsa dan keselamatan negara, apalagi soal harkat bangsa dan kebesaran bangsa. Maka NU lah yang diantaranya bertanggung jawab mengambil sikap politik kebangsaan ini.(red)

Related posts

Pemkot Surabaya Siap Sukseskan Gelaran FORDA II Bersama KORMI Jatim

kornus

Satgas Batalyon Komposit TNI Bantu Warga Darfur

kornus

Sambut Libur Sekolah dan Nataru, THP Kenjeran Surabaya Miliki Empat Wahana Permainan Baru

kornus