Surabaya (KN) – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diharapkan bersih dari narkoba. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengusulkan agar calon mahasiswa dites urine.Tes urine ini diusulkan BNNP Jawa Timur kepada panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Jadi setiap calon mahasiswa harus dites urine sebelum diterima sebagai mahasiswa PTN. Ini diusulkan setelah banyaknya peredaran obat-obatan terlarang dan narkotika (narkoba) merambah di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kepala BNNP Jatim, Jan De Fretes , Rabu (16/5) mengatakan, tes urine tersebut dianggap penting, karena pihaknya ingin menciptakan kalangan kampus dan sekolah bersih dari narkoba.
Ia menjelaskan, BNN saat ini sedang mengusulkan tes urine ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Di antara usulan yang menjadi prioritas adalah sarana pengadaan tes urine bagi mahasiswa baru saat berlangsungnya SNMPTN dan penerimaan mahasiswa baru.
“Perlu kerjasama dan biaya besar untuk menyiapkan tes tersebut, seperti menyiapkan alat berupa tespek urine, tenaga medis dan aparat berwajib. Sekali lagi, kami kembalikan kepada kebijakan masing-masing kampus,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini BNNP menyiapan kader mahasiswa sebagai intelijen penanggulangan narkoba. Ini dilakukan agar mahasiswa bisa secara langsung dan serta-merta ikut membantu BNN dalam pencegahan atas peredaran narkoba yang sudah mengkhawatirkan tersebut.
“Sementara ini, kami sudah melakukan pengaderan di dua kampus, Universitas Muhammadiyah Surabaya dan STIE Perbanas. Selanjutnya, akan kami kembangkan ke kampus-kampus lainnya di Surabaya. Rencananya, mereka (mahasiswa, red) kami latih selama beberapa minggu,” katanya.
Menurut data BNNP, saat ini jumlah mahasiswa yang dilatih BNN untuk menjadi kader penanggulangan narkoba diambil 150 mahasiswa di masing-masing kampus. Menurutnya, pelibatan mahasiswa sebagai kader ini, dianggap potensial dan efektif menanggulangi peredaran narkoba di lingkungan kampus. (red)
