KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Anggota Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Dr.H. Puguh Wiji Pamungkas.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Dr.H. Puguh Wiji Pamungkas, menilai isu ketahanan pangan saat ini menjadi persoalan yang sangat krusial dan membutuhkan inovasi berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor utama yang memengaruhi ketahanan pangan nasional. Salah satunya adalah fenomena perubahan cuaca ekstrem.

“Memang hari ini isu ketahanan pangan menjadi isu yang sangat krusial. Salah satunya misalkan ada fenomena perubahan cuaca yang sangat ekstrem, yang tidak menentu. Yang itu juga sangat berpengaruh kepada periodikal masa tanam tanaman pangan yang ada di Indonesia,” ujar Puguh kepada wartawan di DPRD Jatim Kamis (29/1/2026).

Menurut Puguh, kondisi tersebut juga berdampak langsung pada ketersediaan pangan di Indonesia. “Yang tentu ini sangat berpengaruh sekali terhadap ketahanan pangan, itu yang pertama,” katanya.

Selain faktor iklim, Puguh juga menyoroti dampak konflik global. “Kemudian yang kedua, hari ini terjadi konflik global, perang, Iran-Amerika, China dan sebagainya. Ini juga sangat berpengaruh terhadap isu ketahanan pangan,” lanjutnya.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kebijakan nasional terkait pemenuhan gizi masyarakat. “Lalu kemudian yang ketiga, hari ini ada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang ini tentu akan sangat menyedot resources atau sumber daya ketersediaan pangan yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, Puguh mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui program sekolah inovasi ketahanan pangan.

“Saya pikir patut diapresiasi, menjadi sebuah terobosan untuk menjadikan anak-anak ini tidak hanya sekadar bersekolah, tetapi diberikan ruang berekspresi untuk mereka juga memiliki life skill berupa menanam tanaman yang itu bisa berdampak kepada aspek ketahanan pangan,” jelasnya.

Puguh juga menilai program ketahanan pangan tersebut mampu mengoptimalkan aset sekolah agar lebih produktif.

“Ini juga bagian dari upaya untuk menjadikan aset-aset yang dimiliki sekolah itu bisa zero waste, tidak ada ruang yang tidak terpakai, semuanya bisa digunakan, semuanya bisa produktif dan bisa menghasilkan,” ucapnya.

Puguh berharap program ketahanan pangan tersebut dapat diterapkan secara luas di seluruh sekolah se-Jawa Timur. “Sehingga nanti sekolah ini benar-benar bisa menjadi bagian dari yang memberikan sumbangsih terhadap isu ketahanan pangan,” pungkasnya. (KN01)

 

Related posts

TNI Siap Bantu Amankan Eksplorasi dan Eksploitasi ESDM

kornus

KAI Daop 8 Surabaya Operasikan Kereta Ekonomi PSO dengan Tarif Terjangkau

kornus

Lagu Kebyar-Kebyar Bangkitkan Semangatnya, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Musisi Legendaris Gombloh di Surabaya

kornus