KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim Soroti Sejumlah Pos Anggaran P-APBD 2025, Belanja yang Kurang Penting Dialihkan untuk Kepentingan Masyarakat

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, ditemui usai rapat paripurna di DPRD Jatim, Senin (8/9/2025).

Surabaya (Mediakorannusantara.com) – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menyoroti sejumlah pos anggaran dalam Perubahan APBD (P-APBD) Jatim 2025. Ia menilai beberapa pos anggaran bisa dievaluasi dan dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

“Buat renovasi gedung-gedung sekolah, kan banyak yang rusak. Nah, itu ada sebagian yang terpangkas karena anggarannya terbatas,” kata Benjamin kepada wartawan di Gedung DPRD Jatim, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, efisiensi anggaran harus diarahkan ke sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Kalau kita bisa efisiensi kan, efisiensi itu kan bisa dilarikan contohnya buat sekolah, pendidikan, kesehatan,” katanya.

Selain itu, Benjamin juga menegaskan pentingnya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto yang saat ini perlu pemerataan.

“Misalnya program dari Pak Prabowo, makan gratis, kan ini masih belum merata. Hanya contoh-contoh tertentu, jadi akhirnya kan mesti (perlu) pemerataan,” ucapnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya alokasi anggaran bagi layanan kesehatan, termasuk bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu.

“Yang BPJS, yang nggak mampu aja biasanya dibantu kan, sekarang sudah tidak ada. Nah, tapi kalau ada anggaran ini kan bisa dibantu, buat kesehatan, renovasi sekolah,” jelasnya.

Sementara ketika disinggung soal anggaran perjalanan anggota dewan ke luar negeri apakah perlu dialihkan untuk kepentingan rakyat, Benjamin tak menjawab secara spesifik. “Makanya nanti dari Banggar itu harus ditata mana yang membuat efisiensi,” kata dia.

Benjamin pun mengusulkan agar belanja yang dianggap kurang penting bisa dihapus demi efisiensi. Salah satunya seperti anggaran snack untuk rapat anggota dewan.

“Contoh aja kayak setiap rapat, aku lihat kadang-kadang snack-snack itu kan menurutku tidak terlalu penting. Kita datang itu untuk rapat, bukan makan snack, menurutku kan bisa dihapus (dialihkan),” tutupnya. (KN01)

 

 

Related posts

Gubernur Khofifah Siap Jadi Orang Pertama di Jatim yang Disuntik Vaksin Covid-19

kornus

Saksi kunci baru dalam kasus Vina jalani pemeriksaan di Bareskrim

BSKDN sebut MPPI mudah dioperasikan di daerah