KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Mendag: Ekspor Udang RI Tak Terganggu Isu Kontaminasi Cesium-137

Jakarta, mediakorannusantara.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan temuan Cesium-137 pada empat kontainer produk udang beku tidak akan mengganggu kinerja ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan.
​”Tidak ada masalah. Kan ini yang kena hanya empat kontainer. Yang lainnya kan tidak ada masalah,” ujar Budi saat menghadiri konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
​Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) melaporkan adanya kandungan Cesium-137 dalam udang mentah beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Produk tersebut dijual di berbagai toko Walmart di 13 negara bagian AS, termasuk Alabama, Florida, dan Texas. Akibat temuan ini, FDA menghentikan sementara impor produk dari PT Bahari Makmur Sejati hingga perusahaan tersebut dapat mengatasi masalah kontaminasi.
​Menanggapi hal tersebut, Budi menegaskan bahwa kementeriannya bersama kementerian terkait akan menindaklanjuti kasus ini dan memperkuat langkah-langkah pencegahan. “Justru kita itu bagaimana bisa mitigasi ke depan agar tidak ada kasus itu lagi,” katanya.
​Ia menambahkan, saat ini Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang melakukan rapat koordinasi dengan jajaran kementerian terkait untuk membahas isu ini.
​Asal-usul Kontaminasi Cesium-137
​Secara terpisah, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melaporkan telah menemukan material radioaktif berupa scrap metal yang mengandung Cesium-137 di tempat pengumpulan besi bekas di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
​”Kami telah mengidentifikasi adanya scrap metal yang mengandung radioaktif dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan hal tersebut,” ujar perwakilan Bapeten di Serang, Jumat (22/8).
​Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Polri, berkolaborasi untuk memastikan penggunaan nuklir di Indonesia tetap aman bagi masyarakat dan lingkungan.
​Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Cesium-137 adalah zat radioaktif buatan yang umumnya digunakan untuk keperluan industri, seperti alat ukur kepadatan dan aliran. “Cesium-137 termasuk kategori radiasi pengion yang mampu memberikan dampak biologi pada kesehatan manusia. Dalam jangka panjang, ini sangat berbahaya,” jelasnya.
​Menurut Zulkarnain, material radioaktif tersebut ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahayanya. Warga mengambil barang bekas yang terlihat seperti pasir atau batu, lalu menggunakannya sebagai pondasi bangunan. “Tim lapangan sudah menyisir area hingga radius 20 meter, mengambil sampel, dan melakukan pengukuran. Kami menemukan lokasi tambahan dengan paparan radiasi cukup tinggi,” tambahnya.( wa/ar)

Related posts

Pemda Diminta Jadikan Penurunan Stunting jadi Prioritas

BI Terbitkan Aturan baru soal Implementasi PP 36/2023 tentang DHE SDA

BKKBN: Pengendalian kelahiran Nasional sudah on the track