KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Ekspor Udang RI Tetap Aman Meski Ditemukan Radioaktif pada Empat Kontainer

​Jakarta, mediakorannusantara.com -Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meyakinkan bahwa temuan radioaktif Cesium-137 pada produk udang beku tidak akan memengaruhi kinerja ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

​”Tidak ada masalah, kan yang terkena hanya empat kontainer. Yang lainnya tidak ada masalah,” ujar Budi usai menghadiri konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.

​Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melaporkan adanya Cesium-137 dalam udang mentah beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Produk tersebut dijual di sejumlah gerai Walmart di 12 negara bagian AS. Akibat temuan ini, FDA menghentikan sementara impor produk dari perusahaan tersebut.

​Menanggapi hal itu, Budi menegaskan bahwa kementeriannya bersama kementerian terkait akan menindaklanjuti kasus ini dan memperkuat langkah pencegahan. “Kita harus bisa mitigasi ke depan agar tidak ada kasus seperti itu lagi,” katanya.

​Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga sedang mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas isu tersebut.

​Bapeten Temukan Sumber Radioaktif di Serang

​Secara terpisah, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyatakan telah menemukan material radioaktif berupa Cesium-137 di tempat pengumpulan besi bekas di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

​”Ditemukan adanya scrap metal yang mengandung radioaktif. Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan hal tersebut,” ujar perwakilan Bapeten di Serang, Jumat (22/8).

​Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Polri berkolaborasi untuk memastikan penggunaan nuklir di Indonesia tetap aman.

​Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Cesium-137 adalah zat radioaktif buatan yang biasa digunakan dalam industri, misalnya untuk alat ukur kepadatan. Ia juga menambahkan bahwa Cesium-137 termasuk kategori radiasi pengion yang berbahaya bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang.

​Material ini ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahayanya. Warga mengambil barang bekas yang menyerupai pasir atau batu dan menggunakannya sebagai pondasi bangunan. “Tim lapangan sudah menyisir area hingga radius 20 meter dan menemukan lokasi tambahan dengan paparan radiasi yang cukup tinggi,” tambahnya.(Wa/an)

Related posts

Dispendik Surabaya Siapkan 20.000 Seragam Baru untuk Siswa Gamis Tahun Ajaran 2023/2024

kornus

Pj Gubernur Jatim Terima Piagam dan Pin Emas dari Kapolri di Hari Bhayangkara ke-78

kornus

Bahas LKPJ Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2024, Pansus DPRD Jatim Gelar Rapat Bersama Seluruh Kepala OPD

kornus