KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Bulog Luncurkan Pemesanan Beras Via WhatsApp untuk Permudah Pedagang Lansia

​Jakarta, mediakorannusantara.com – Perum Bulog membuat terobosan baru dengan meluncurkan sistem pemesanan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) melalui aplikasi WhatsApp. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah para pengecer, terutama yang berusia lanjut dan kesulitan menggunakan aplikasi digital.
​Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa banyak pedagang di pasar tradisional, khususnya di daerah, adalah orang tua yang tidak terbiasa menggunakan teknologi.
​”Memang banyak pengecer di kampung-kampung itu sudah sepuh-sepuh, mbah-mbah kita. Rata-rata usianya sudah 70-an tahun, mereka tidak bisa menggunakan handphone untuk aplikasi,” ujar Rizal.
​Untuk mengatasi hal tersebut, Bulog akan menugaskan petugas di setiap pasar untuk mengoordinasi pesanan dari para pengecer. Pengecer cukup mengirim pesan WhatsApp atau menyampaikan pesanan secara langsung kepada petugas Bulog. Kemudian, petugas inilah yang akan memasukkan data pesanan ke dalam sistem.
​”Nanti dia (petugas Bulog) yang mengoordinasi satu pasar itu, yang memasukkan data di aplikasi. Jadi, pengecernya enggak usah pakai aplikasi, cukup WA saja. Misalnya, ‘Mas, hari ini saya pesan sekian’,” jelas Rizal.
​Mekanisme ini juga dilengkapi dengan surat kuasa dari pengecer kepada petugas Bulog yang ditunjuk, untuk menjamin keabsahan pesanan dan mencegah penyalahgunaan. Sistem baru ini sedang diajukan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk revisi kebijakan. Bulog berharap inovasi ini dapat menjaga ketertiban distribusi beras dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
​Beras SPHP adalah beras yang disalurkan Bulog dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bulog merencanakan penyaluran sebanyak 1,3 juta ton pada periode Juli-Desember 2025. Harga beras SPHP dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu:
​Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Sulawesi): Rp12.500 per kilogram.
​Zona 2 (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan): Rp13.100 per kilogram.
​Zona 3 (Maluku, Papua): Rp13.500 per kilogram ( wa/ar)

Related posts

Hadiri Musrenbang, Reni Astuti Dorong Usulan Warga Tidak di PHP dan Ajak Lurah Camat Makin Melayani Warganya

kornus

Tolak Penutupan Dolly, Ribuan Warga Gelar Aksi Demo

kornus

Program BTS Teman Bus bisa hemat biaya Transportasi hingga 70 persen