
Jakarta, mediakorannusantara.com – Para sopir truk yang masih bertahan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, mengancam akan melakukan mogok nasional. Ancaman ini akan direalisasikan jika hingga pukul 16.00 WIB hari ini, mereka tidak ditemui oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
“Jika kedua menteri tidak bersedia menemui kami, rekan-rekan sopir telah bersepakat untuk menggelar aksi mogok nasional,” tegas Presiden Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Irham Ali Saifuddin, di Jakarta, Rabu.2/6
Irham menjelaskan bahwa desakan untuk bertemu kedua menteri tersebut dipicu oleh pernyataan Menteri AHY terkait kebijakan ODOL (Over Dimension Over Load) yang dinilai berdampak luas dan merugikan para sopir truk.
Menurut Irham, penerapan “zero ODOL” secara gegabah tidak hanya akan menyulitkan para pengemudi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.
“Jika hingga pukul 4 sore ini kami tidak ditemui, kami akan melancarkan aksi yang lebih lebih besar,” ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan massa aksi sopir truk ODOL menyatakan bahwa pertemuan mereka dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berakhir tanpa titik temu atau “deadlock”.
Sebanyak 12 perwakilan sopir telah bertemu dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, beserta sejumlah pejabat lainnya. Namun, pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. ( wa,/ar)
