KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pemkot Surabaya Cairkan Dana Hibah Senilai Rp 7,9 Miliar Cair

Surabaya (KN) – Pencairan dana hibah daerah kepada kelompok masyarakat di Surabaya diawali dengan penandatanganan naskah perjanjian antara sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya dengan perwakilan penerima hibah. Turut menyaksikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan anggota DPRD Surabaya Simon Lekatompessy di Balai Kota, Senin (3/9).

Asisten II Sekkota, Muhlas Udin menjelaskan, sebanyak 680 pemohon mengajukan proposal dan sudah dimasukkan dalam APBD 2012. Hari ini, 194 diantaranya sudah siap dicairkan dengan nominal mencapai Rp 7,9 miliar. Sebelumnya juga sudah dicairkan Rp 4,7 miliar bagi 134 pemohon.

Meski demikian, Muhlas menerangkan, proses pencairan dana hibah tidak bisa langsung hari itu juga melainkan memakan waktu lebih kurang dua hari. Dengan rincian satu hari data diverifikasi oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Surabaya untuk diserahkan ke Bank Jatim, baru sehari berikutnya Bank Jatim meneruskannya ke rekening para pemohon.

“Jadi anda tidak serta merta hari ini menerima dananya, tapi ada proses terkait perbankan yang harus dilalui. Proses tersebut membutuhkan sekitar dua hari, jika dalam dua atau tiga hari anda belum menerimanya, harap memberitahukan hal tersebut kepada kami,” terang Muhlas.

Terkait kriteria penerima hibah, Ia mengungkapkan, para pemohon harus membuat proposal serta dana yang diterima nanti harus dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mencakup bidang pendidikan, kesejahteraan, keagamaan, kesenian, kesehatan, dan olahraga. “Dari data yang masuk, didominasi oleh sektor pendidikan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Walikota Tri Rismaharini mewanti-wanti agar dana hibah dimanfaatkan untuk hal-hal sebagaimana mestinya, yang sesuai dengan proposal awal. “Nantinya akan ada monitoring dari dinas-dinas terkait. Hal ini dikarenakan dana yang digunakan diambil dari APBD yang pertanggungjawabannya harus jelas, aturannya memang seperti itu,” ujarnya.

Walikota berharap tidak ada permasalahan administrasi, untuk itu ia menghimbau teliti kembali berkas-berkas termasuk penulisan nama dan data-data lainnya.

Puji Hariani, Ketua tim Pos PAUD Terpadu (PPT) Kelurahan Petemon, yang juga salah seorang pemohon hibah mengatakan, pihaknya membuat proposal pengajuan 13 unit laptop dan printer. Proposal tersebut ternyata direalisasi dengan pencairan dana senilai Rp 52 Juta. “Laptop dan printer tersebut akan disebar di 13 pos PAUD di wilayahnya, guna menunjang kegiatan pos-pos PAUD tersebut,” katanya. (anto)

 

Foto : Pemyerahan bantuan dana hibah di Balaikota Surabaya

Related posts

Pemkot Surabaya Kick Off Kelurahan Cantik 2026, Perkuat Data Akurat untuk Intervensi Tepat Sasaran

kornus

Aceh Kembali Diguncang Gempa 6,2 SR

kornus

Bahas Kerja Sama Bilateral, Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan U.S. Naval Attache

kornus