KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Panda Bond Tawarkan Imbal Hasil Kompetitif, Kemenkeu Bidik Diversifikasi Pembiayaan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta, mediakorannusantara.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa surat utang global berdenominasi Yuan atau Panda Bond memiliki daya tarik yang lebih besar daripada Dim Sum Bond lantaran menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih kompetitif.

Panda Bond rencananya diterbitkan bulan depan, sedangkan Dim Sum Bond telah dirilis pada Oktober 2025 lalu.

Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026), menjelaskan bahwa Panda Bond nantinya akan menawarkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan Dim Sum Bond.

Imbal hasil Dim Sum Bond sebelumnya berkisar pada rentang 2,5 persen hingga 2,9 persen, sementara saat ini penawaran imbal hasil di pasar keuangan China berada pada rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

Sejauh ini pihak kementerian belum menentukan target jumlah penerbitan Panda Bond, namun Purbaya telah memberikan arahan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto untuk membuka penawaran dalam jumlah besar bila menerima minat yang tinggi.

Penerbitan obligasi ini dinilai bakal menambah diversifikasi portofolio Republik Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS.

“Saya bilang ke Pak Minto kalau banyak peminatnya, perbanyakkan di situ. Kalau bunganya lebih rendah, kan hemat kita,” tutur Purbaya.

Purbaya juga menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

Purbaya melanjutkan bahwa China memiliki likuiditas yang memadai serta pasar keuangan berkapasitas besar sehingga diyakini mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.

Selain itu, pasar keuangan China juga menawarkan imbal hasil kompetitif dengan rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

Faktor potensial lainnya menurut Purbaya yaitu pasar China menaruh kepercayaan yang cukup kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sehingga penilaiannya tidak rentan terpengaruh oleh peringkat kredit.

Purbaya mengaku telah bertemu dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), di mana pihak China menyatakan siap untuk berpartisipasi dalam penerbitan Panda Bond tersebut.

Sebagai timbal balik dari intensi penerbitan Panda Bond, Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang atau obligasi di pasar domestik.(wa/an)

Related posts

Jelang PSBB Malang Raya, Sekdaprov Jatim Minta Draft Perwali/Perbup Lebih Detail

kornus

Badan Ketahanan Pangan Temukan Apel Mengandung Bahan Pengawe Berbahaya

kornus

KPU Jatim Membangun Sinergisitas dengan Media

kornus