Jakarta, mediakorannusantara.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Festival Kasih Nusantara 2025 yang dirangkaikan dengan Perayaan Natal Bersama ASN Kristen dan Katolik. Acara yang mengusung semangat kebersamaan ini dihelat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (30/12).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, pimpinan aras gereja nasional, tokoh lintas agama, serta jajaran pejabat eselon satu Kemenag RI.
Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. “Ini adalah panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Semangat “Sea Light Christmas”
Festival tahun ini mengusung tema “Sea Light Christmas: Love in God, Harmony Together”. Jeane menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan ajakan bagi umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni dalam kehidupan berbangsa.
Menariknya, ini merupakan kali pertama perayaan Natal di lingkungan Kemenag dilakukan secara bersamaan. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan Bimas Katolik menyelenggarakan perayaan secara terpisah.
“Tahun ini dilaksanakan secara terpadu oleh ASN Kristen dan Katolik. Ini menjadi komitmen kami untuk memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata,” tambah Jeane.
Aksi Nyata dan Kepedulian Sosial
Rangkaian festival ini juga mencakup berbagai kegiatan berdampak, seperti:
- Jalan sehat lintas agama.
- Aksi sosial dan pembagian sembako ke panti asuhan lintas agama.
- Pemeriksaan kesehatan gratis.
- Seminar Sea Light di Surabaya, Manado, dan Sorong.
- Aksi bersih-bersih rumah ibadah.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Bimas Katolik, Suparman, mengungkapkan bahwa Kemenag juga membuka donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
“Kami berharap saudara-saudara kita di tiga provinsi tersebut tetap memiliki pengharapan. Dengan saling bahu-membahu dalam bingkai NKRI, tidak ada yang mustahil untuk kita lalui bersama,” pungkas Suparman. ( wa/ar)
