Jakarta, mediakorannusantara.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pesantren.
“Teknologi AI sangat relevan untuk dipelajari dan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pesantren,” ujar Wamendiktisaintek dalam acara International Conference on The Transformation of Pesantren di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (25/6).
Stella Christie menekankan bahwa pemanfaatan AI harus disesuaikan dengan kebutuhan dan didukung oleh literasi yang kuat. “Penggunaan teknologi memerlukan literasi. Tanpa literasi yang memadai, penggunaan teknologi tidak akan optimal,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar pemanfaatan AI senantiasa diiringi dengan peningkatan kemampuan penggunanya. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan AI. Para pendidik di pesantren diharapkan dapat menerapkan AI secara bijak sesuai kebutuhan, serta membimbing para santri dalam menggunakannya secara bertanggung jawab.
International Conference on The Transformation of Pesantren sendiri dibuka oleh mantan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (wa/ar)
