Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak Sambut Delegasi COMSATS 2026 di Gedung Negara Grahadi, Senin (8/6/2026) malam.
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut peserta the 26th Meeting of Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) Coordinating Council serta International Conference on Emerging Technologies For Sustainable Development di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/6/2026 malam).
COMSATS sendiri merupakan organisasi internasional yang memfokuskan diri pada peningkatan teknologi di negara-negara berkembang atau yang sering disebut Global South. Di mana, ilmu pengetahuan ini vital untuk mendukung pembangunan.
Jajaran peserta yang hadir terdiri atas 6 orang delegasi Pakistan, 4 delegasi Kazakhstan, 6 delegasi China, 2 delegasi Sudan, serta masing-masing 1 orang delegasi dari Syiria, Sri Lanka, Jamaika, Nigeria, Tanzania, Bangladesh, Gambia, dan Indonesia yang diwakili oleh Vice Rector for Research, Innovation, Cooperation, and Alumni of ITS Agus Muhammad Hatta. Ada pula 2 delegasi Pakista yang hadir melalui daring.
“Global South bukan hanya salah satu bagian dunia. Lebih dari itu, Global South merepresentasikan kekuasaan yang sedang tumbuh karena kita melihat bahwa perkembangan sains dan teknologi tidak lagi didominasi oleh negara-negara maju di luar Global South,” kata Wagub Emil.
Dengan adanya pengaplikasian sains dan teknologi di negara-negara berkembang, dirinya menjelaskan adanya pergeseran kiblat dunia. Jawa Timur sendiri, sebutnya, sebagai salah satu sub-nasional entitas terbesar di Asia Tenggara bertekad menjadi bagian darinya.
“Kami berkontribusi atas seperenam perekonomian Indonesia. Dan kami bangga atas komitmen kami terhada perkembangan sains dan teknologi. Salah satunya lewat kemitraan dengan ITS yang tahun ini menjadi tuan rumah COMSATS Coordinating Council,” kata Emil.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat, seperti yang dibuktikan lewat AI, tentu membawa tantangan. Contohnya ancaman pergantian tenaga manusia ke mesin yang dikhawatirkan berdampak pada perekonomian dunia.
“AI telah menjadi sesuatu yang cliché. Semua orang membicarakan AI, tapi AI ini tetap menjadi sesuatu yang masih misterius. Kita bisa sebut ini Black Swan karena hal-hal misterius ini bisa jadi sesuatu yang bernilai, sekaligus berbahaya jika digunakan tanpa antisipasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Emil meyakini bahwa sains dan teknologi tidak terlepas dari sosio-politik. Terlebih dengan penyebaran informasi palsu dengan arus informasi melalui media sosial dan sarana komunikasi lainnya.
“Ini tantangan baru, tapi akan menjadi peluang jika kita memaksimalkan nalar kritis kita. Dengan adanya Anda sekalian para peneliti dan akademisi yang memikirkan masa depan sains dan teknologi akan membawa Global South berperan dalam perkembangan dunia. Ini sangat penting dan strategis. Mudah-mudahan pertemuan, konferensi, dan agenda diskusi mendatang berbuah manis,” pungkas Wagub Emil.
Sementara itu, Executive Director COMSATS Ambassador Mohammad Nafees Zakaria menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Wagub Emil. Ini menunjukkan betapa Jawa Timur mendukung tujuan COMSATS.
“Alhamdulillah, selama lebih dari 3 dekade kita berhasil mencapai objektif yang baik. Tapi tentu saja destinasi kita masih begitu jauh. Kita perlu lebih banyak bekerja, dan saya yakin dengan kehadiran dan kebijaksanaan dari peneliti yang mewakili negara-negara tersebut dan pusat-pusat teknologi dan sains yang terkenal di seluruh dunia, insya Allah membuat kita berada di jalan di mana kita akan berhasil mencapai objektif,” tutup Mohammad Nafees. (KN01)
